Now playing

Rate this item
(0 votes)
JaJanan pasar yang masih di lestarikan oleh warga Ngawi hingga menjadi jenis usaha baru dengan orderan luarbiasa JaJanan pasar yang masih di lestarikan oleh warga Ngawi hingga menjadi jenis usaha baru dengan orderan luarbiasa

Pandemic Jajan Pasar Desa Selopuro Pitu Ngawi Masih di Cari

By Published October 27, 2020

BAHANA,NGAWI - Bagi anda yang seusia 40 keatas pasti tidak asing dengan istilah jajanan pasar atau makanan ringan khas pasar tradisional. Karena perkembangan zaman jajanan pasar saat sekarang, jarang sekali di jajakan di pasar tradisional bahkan tergerus dengan model makanan ringan era saat ini. Jajanan pasar adalah makanan tradisional Indonesia yang mempunyai bentuk yang bermacam-macam dan mempunyai cita rasa manis, gurih, legit eranya dahulu jajanan pasar hanya mampu di beli oleh orang dengan ekonomi menengah kebawah.
Meskipun saat ini masuk makanan modern bahkan impor dari luar negeri namun eksistensi jajanan pasar tetap tidak tergoyahkan dan tetap mendapatkan tempat dihati masyarakat karena harganya relatif terjangkau serta rasanya yang enak.
“ Jajanan pasar, model dan rasa tidak pernah berubah sehingga tetap dihati serta pas dikantong warga Ngawi,” Lely Wulansari penjual asal Selopuro, Pitu Ngawi.
Jajan pasar yang berbentuk aneka kue dengan bahan utama pembuatnya dan rasa yang bervariasi sesuai dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Bahan dan cara tradisional yang digunakan saat pengolahannya membuat jajanan pasar bebas dari penggunaan bahan kimia. Hal ini membuatnya relatif aman dikonsumsi, sehat, dan juga bergizi.
Dengan alaasan untuk mengikuti perkembangan zaman saat sekarang, jajan pasar banyak yang dikreasi dengan bentuk unik dan menarik sehingga banyak menarik minat bagi pecinta kuliner jajanan tradisional.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Lely Wulansari, salah satu penjual jajanan pasar mengkreasi aneka jajan pasar dibentuk sedemikian rupa dan ditata hingga yang menyerupai ujung kerucut kecil atau istilah jawanya tumpeng.
Tumpeng disini bukan seperti yang dibayangkan pada umumnya tumpeng untuk selamatan, namun semuanya dibuat dari jajan tradisional Puro yang dibentuk seperti Buceng (berbentuk kerucut) atau Puro bisa diganti yang lain tergantung permintaan seperti Ketan atau Tiwul.
“Maraknya pesanan dikarenakan jajanan pasar tersebut banyak yang minati,” Tambah Lely.
Penyajiannya pun dibuat semenarik mungkin dengan dikelilingi jajanan pasar yang beraneka warna seperti Cenil, Gethuk, Ketan Hitam, Ketan Putih, Jongkong, Pertholo, Ketan Cetot dan Tiwul sehingga berbentuk sedemikian rupa seperti tumpeng.
Desi menegaskan dalam sehari bisa menghabiskan bahan sekitar ketela 10kg, Ketannya 2-4kg dan Beras 5kg untuk membuat 4-5 tumpeng. Walaupun perkembangan zaman dengan makanan modern jajanan pasar masih di cari dan diminati dilidah warga Ngawi terbukti, usahanya ini banyak orderan.
“Banyak yang mencari jajanan pasar saya, dalam sehari ada pesanan 4-5 tumpeng kalau hari biasa, jika ada perayaan bisa mencapai 9 tumpeng, dengan harga bervariasi antara 80rb-200rb satu tumpeng” Tegasnya. (ARD)

Read 96 times