Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Pasar Hewan Ngawi Diperbolehkan Buka Kembali Bagaimana Syaratnya

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Sekda Ngawi menjelaskan rencana dibukanya pasar hewan Ngawi Sekda Ngawi menjelaskan rencana dibukanya pasar hewan Ngawi

Pasar Hewan Ngawi Diperbolehkan Buka Kembali Bagaimana Syaratnya

By Published March 05, 2021

BAHANAFM,NGAWI – Dampak penyebaran covid 19, pasar hewan di seluruh Kabupaten Ngawi yang lama tidak beroperasi akan kembali dibuka . Diungkapkan oleh M. Shodig Tri W. Sekertaris Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi hal ini mendasar Bupati telah memberikan relaksasi untuk semua aspek yang di Kabupaten Ngawi baik, sosial, wisata, kesenian dan termasuk juga pasar hewan akan kembali dibuka.
“ Mendasar keterangan sodara Bupati Ngawi, relaksasi dari PPKM Mikro ini diberlakukan kepada semua aspek di Ngawi termasuk juga pasar hewan,” Ungkap Sekda Ngawi M. Shodig Tri W. Jumat (05/03/2021)
Pembukaan ini juga mendasar setelah zona penularan Covid-19 di Kabupaten Ngawi mengalami penurunan dari merah (risiko tinggi) menjadi oranye (risiko rendah) dan cenderung ke kuning.
Tambah Shodig demikian panggilan akrabnya, zonasi sekarang berdasarkan tingkat desa sehingga apabila di desa A ada pasar hewan, maka dilihat dilihat dulu sudah zona merah atau hijau dan kuning. Kalau sudah zona aman dari paparan covid 19 maka kepala desa yang bertanggung jawab di zona tersebut memperbolehkan pembukaan hajatan, wisata hingga pasar hewan. Akan tetapi tidak meninggalkan protokol kesehatan.
“ Kalau sudah hijau, kepala desa yang bertanggung jawab atas daerah tersebut harus memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan,” Tambah Sekda Ngawi.
Adapun pasar hewan yang ditutup pada 19 Januari 2021 antara lain, Pasar hewan Kendal, Jogorogo, Gentong, Kerten, Ngawi, Pilang, Samben, Kedunggalar, Ngrambe, dan Walikukun.
Selama ini, penerapan protokol kesehatan di pasar hewan cenderung sulit. Maka untuk menghindari adanya kerumunan yang berlebih, pihaknya menegaskan untuk menjaga kerumunan dan membatasi kapasitas yang masuk di pasar hewan. Misalnya ada pedagang atau pembeli yang tidak membawa masker. Petugas di sana yang akan melarang mereka masuk. Dengan tidak lupa penerapan jaga jarak titik di pasar.
“ Petugas harus wajib mengedukasi penerapan prokes dan tegas kepada yang melanggar, agar paparan covid 19 tidak kembali terjadi di Ngawi,” Tegas M. Shodig.
Sejak pasar hewan tutup para pedagang mengeluhkan tidak ada pemasukan sehingga mereka merasa kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. (ard)

Read 129 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries