Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pemohon Rapid Test RSUD dr. Soeroto Ngawi rela mengantri hanya mendapatkan keterangan negatif Pemohon Rapid Test RSUD dr. Soeroto Ngawi rela mengantri hanya mendapatkan keterangan negatif

Pasca Lebaran Permintaan rapid test Mandiri diRSUD dr Soeroto Ngawi

By Published June 02, 2020


BAHANAFM,NGAWI – Pasca lebaran 1441 H permintaan Rapid test nampaknya mengalami permintaan yang cukup luar biasa dari pemohon, satu di antaranya di rumah sakit dr Soeroto Ngawi yang mengalami peningkatan permintaan rapid test secara mandiri dalam sehari hanya melanyani 20 pemohon dan itu harus mengantri jauh hari sebelumnya.
Diungkapkan oleh Direktur RSUD dr Soeroto Ngawi, dr Agus Priyambodo mengatakan, peningkatan permintaan rapid test mandiri tersebut terjadi sejak sepekan lalu layanan rapid test drive thru dibuka.
Pelayanan rapid test di RSUD dr Soeroto Ngawi ini dibuka sejak pukul 08.00 WIB, baik secara kolektif dan perorangan dengan membawa keterangan pribadi dan membayar adminstrasi yang ditentukan petugas akan memberikan pelayanan sesuai jadwal yang diberikan.

"Sejak layanan drive thru dibuka, sudah banyak pemohon. Untuk memenuhi sosial distancing sehari dibatasi 20 orang,” Ungkap Dir RSUD dr Soeroto melalui sambungan telepon seluler. Sabtu (30/05/2020)
Ditambahkannya, untuk rapid test di RSUD dr Soeroto Ngawi hanya dibatasi dengan kuota maksimal 20 orang per hari. Adapun biaya yang harus di keluarkan pemohon berkisar 400 ribu untuk pribadi dan 350 ribu untuk 5 orang kolektif.
“ Kebanyakan (permintaan rapid tes mandiri) untuk perjalanan dinas, masuk kerja, perjalanan keluar kota dan keinginan pribadi," Tambahnya.

Hasil rapid test tersebut dapat diketahui 30 menit setelah pemeriksaan. Dengan hasil yang akurat dan terpercaya dilakukan oleh tenaga medis yang sudah terlatih di bidangnya. Layanan rapid test mandiri di RSUD dr Soeroto sejak dibuka pelayanannya animonya cukup tinggi. Sementara Agung Fitrawan salah satu pengusaha asal Walikukun, Ngawi melakukan pemeriksaan rapid test, untuk keperluan keluar dan masuk suatu daerah agar tidak di curigai dan di berhentikan petugas.
“ Saya pengusaha funiture rapid test ini, saya pergunakan untuk Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) ," Ungkap Agung Fitrawan. (*)

Read 72 times