Now playing

Rate this item
(0 votes)
Budi Sulityono  Sulityono Bupati Ngawi tengah menjelaskan rencana pelonggaran pasca PPKM tidak diperpanjang Budi Sulityono Sulityono Bupati Ngawi tengah menjelaskan rencana pelonggaran pasca PPKM tidak diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Ngawi Bertahap Akan Lakukan Pelonggarkan Pembatasan Kegiatan, dan Vaksinasi

By Published January 31, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi berencana akan mulai melakukan pelonggaran Kegiatan Masyarakat secara bertahap dengan memperhatikan protokol kesehatan covid-19. Disampaikan oleh bupati Ngawi, yakni Budi Sulistyono yang ditemui saat launching pelaksanaan vaksinasi covid-19 rabu lalu mengatakan, nantinya mulai minggu depan yakni Senin, (1/02/2021) akan diterapkan semacam New Normal Baru. Disampaikan bahwa nantinya tempat-tempat wisata mulai akan dibuka secara bertahap dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, tempat-tempat umum seperti alun-alun, lalu trotoar, juga akan diberlakukan hal yang sama. Langkah ini dilaksanakan, dalam rangka memutar roda perekonomian masyarakat.

"Minggu depan kita akan lakukan semacam New Normal baru, tapi kita buka pelan-pelan, tidak serta merta kita buka seperti sedia kala. Maka protokol kesehatan disemua lini harus kita cek dulu. Senin nanti tempat-tempat wisata rencananya, tapi harus kita pastikan tempat wisata tersebut ada protokol kesehatan yang ketat." Jelas Budi Sulistyono, Jumat (29/01/2021).

Terkait dengan vaksinasi, Pemerintah Kabupaten Ngawi saat ini sudah memulai program vaksinasi, dan akan dilakukan secara bertahap. Proses vaksinasi pertama dilakukan rabu kemarin kepada pejabat pemerintah Kabupaten Ngawi, yang selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap, pertama kepada Nakes, lalu TNI/Polri, kemudian seluruh masyarakat yang memiliki resiko tinggi, yaitu yang punya aktivitas dikerumunan seperti pasar. Kemudian didunia pendidikan juga nantinya akan menjadi daftar yang masuk sebagai salah satu yang mendapatkan vaksin pertama, khusunya bagi para guru atau tenaga didik.

"Tahapan pertama 9 orang pemerintah dulu ini, yang kedua nakes, ketiga TNI/Polri. Berikutnya saya meminta masyarakat yang memiliki resiko yang tinggi yaitu yang punya aktivitas dikerumunan seperti pasar. Lalu semua di pendidikan khususnya guru." Ujar Budi Sulistyono,

Seperti yang diketahui, saat ini Kabupaten Ngawi baru menerima 2680 dosis vaksin jenis sinovac, hal tersebut sebenarnya masih jauh dari jumlah ideal yang diminta, yakni 600.000 dosis lebih. Diungkapkan oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono, semuanya nanti akan bertahap. Juga saat ini Pemerintah Kabupaten Ngawi, memiliki plan B selain vaksin, yakni Plasma Prevalen yang memiliki resiko lebih rendah. Plasma Prevalen dilakukan dengan cara, menyuntikkan plasma darah orang yang memiliki antibodi dari covid-19 yang sudah terinfeksi sebelumnya dan berhasil sembuh. Pemerintah Kabupaten Ngawi juga menyatakan kesiapannya, apabila nanti negara meminta pihak daerah yang menyediakan secara mandiri vaksin bagi masyarakatnya.

"Ngawi siap apabila negara meminta pihak daerah yang menyediakan vaksin, Kami siap bila, kita akan benar-benar memfokuskan ini sehingga masyarakat Ngawi aman". Tegas Budi Sulistyono, Jumat (29/01/2021). (ARD)

Read 92 times