Now playing

Rate this item
(0 votes)
Aman Ridho Hidayat komisioner KPU Ngawi Aman Ridho Hidayat komisioner KPU Ngawi

Pemilihan Serentak Lanjutan Pilkada Ngawi, Resmi Dibuka Dengan Protokol Kesehatan

By Published June 15, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Pertanggal 15 juni 2020, Pemilihan Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati 2020 Kabupaten Ngawi kembali dilanjutkan, setelah diberhentikan beberapa bulan dikarenakan pandemi covid 19. Mendasar hal tersebut sesuai dengan Peratuaran Komisi Pemilihan Umum (PKPU)  no 5  tahun 2020 menggantikan PKPU no 15 tentang tahapan, progam dan jadwal, telah mengeluarkan tata cara dan tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) saat pandemi virus Corona (COVID). KPU akan melaksanakan pilkada yang sebelumnya akan dilaksanakan pada 23 September 2020 berubah menjadi  9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Hari ini, tahapan pelaksanaan pilkada akan dilanjutkan kembali, sebagai langkah awal dengan pemutahkiran data pemilih, Namun sebelumnya penyelenggara KPU telah melaksanakan rapid test agar terjamin kesehatannya," Ungkap Aman Ridho Hidayat selaku Devisi Teknis KPU Ngawi.

Ditambahkan oleh Ridho demikian panggilan akrab komisioner KPU Ngawi, untuk memberikan keleluasaan serta kenyamanan dalam melaksanakan tugas pelaksanaan tahapan pilkada. Sejak pagi tadi para penyelenggara panitia pemilihan umum Ngawi telah mengantri untuk melaksanakan test rapid oleh tenaga kesehatan Puskesmas Ngawi kota.

“ Alhamdulillah, sudah diketahui hasilnya, bahwa rapid test untuk penyelenggara KPU Ngawi non reaktif semua,”  Tambah Ridho.

PKPU Nomor 5 Tahun 2020 ini merupakan perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

KPU mengatakan seluruh tahapan pilkada akan diatur sesuai dengan protokol kesehatan. KPU juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ngawi guna menyukseskan pemilihan yang di gelar pada desember tahun ini.

" Diawali dengan rapid test ini nantinya akan berimbas pada tahapan, program, dan jadwal pemilihan serentak lanjutan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid 19," Tambahnya.

Dalam setiap tahapan pilkada serentak lanjutan, seluruh tata cara dan teknis pelaksanaan telah diatur. Protokol kesehatan juga diterapkan pada pelaksanaanya nanti. Hal tersebut tidak jauh daengan penganggaran yang telah di ajukan oleh KPU Ngawi, dipastikan akan berubah menyesuaikan kebutuhan alat pelindung diri dan kebutuhan lainnya untuk mencegah penyebaran covid 19. Selain itu juga ada perubahan jumlah TPS yang nantinya dipergunakan dalam pemungutan suara, di Kabupaten Ngawi pasti menyesuaikan prosedur covid 19 yakni social distancing. Jumlah pemilih setiap TPS akan berubah drastis dari sebelumnya menyesuaikan UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 setiap TPS mencover sekitar 800 orang pemilih. Karena harus mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 baik jaga jarak sosial maupun physical distancing secara otomatis jumlah pemilih per TPS nya akan menyusut menjadi 500 orang pemilih. 

“ Sebelum covid  rencana awal 1.575 TPS nantinya berubah menjadi sekitar 1.800 TPS dengan asumsi 725.000 pemilih,” Tegas Ridho.(ARD)

Read 77 times