Now playing

Rate this item
(0 votes)
Petugas mengamankan barangbukti senapan angin Petugas mengamankan barangbukti senapan angin

Pemilik Senapan Angin Penghantar Nyawa Ngawi, di Ganjar 5 tahun Penjara

By Published November 18, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Pasca kejadian peluru nyasar mengenai dada Ari Firmansyah warga Desa Widodaren, Gerih Ngawi hingga meninggal,  Petugas medis kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi memakan waktu sekitar 5 jam lebih.

"Proses pembedahan memakan waktu lima jam untuk mengetahui persis penyebab kematian korban. Jenasah datang ke sini jam 22.00 WIB, Selasa (17/11) disertai surat permintaan bedah dari kepolisian. Terus kita lakukan autopsi jenasah sampai dini hari tadi," Ungkap dr Thatit Bimo selaku dokter forensik, RSUD Dr Soeroto Ngawi,Rabu (18/11/2020).

Usai dilakukan pemeriksaan terhadap mayat korban, petugas medis menyerahkan hasilnya kepada pihak berwajib dan jenasah di serahkan kepada keluarga untuk di semayamkan.

"Usai pemeriksaan jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," Tambahnya.

Ditempat terpisah kasus dugaan salah tembak senapan angin yang menyebabkan satu orang tewas di bengkel bubut Rins Jalan Jekitut, Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Selasa kemarin, (17/11) akhirnya terungkap melalui gelar perkara dilakukan oleh petugas satreskrim Polres Ngawi. Seperti diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, mendasar olah TKP maupun autopsi terhadap jenasah korban di RSUD dr Soeroto Ngawi. Hasilnya, Ari Firmansyah (38) warga Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Ngawi meninggal akibat tertembus peluru senapan angin kaliber 4,5 milimeter mengenai  dada kiri. 

"Hasil autopsi dokter forensikRSUD Dr Soeroto penyebab meninggalnya korban adalah satu butir peluru kaliber 4,5 milimeter menembus paru-paru kiri hingga ke kanan," Jelas AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Rabu, (18/11).

Korban yang tertembus proyektil peluru dikarenakan jarak antara posisi senapan angin yang dibawa DA (41) warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ngawi dengan korban hanya sekitar 5 meter. Disebabkan tertembus proyektil peluru, korban mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kesulitan bernafas dibuktikan hidung dan mulut kroban keluar darah. Karena luka tersebut jiwa korban tidak dapat tertolong. Kepada tersangka yang melakukan pelanggaran pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal diancam pidana penjara selama 5 tahun.

“ Dalam pemeriksaan saksi, hasil olah TKP dan autopsi pada tubuh korban, tersangka dikenakan pasal 359 KUHP," Tegasnya.

Barang bukti senapan angin jenins PCP modifikasi kaliber 4,5 milimeter, dan baju korban sebagai barang bukti untuk penguatan di meja hijau. (ard)

Read 163 times