Now playing

Rate this item
(0 votes)

Penyakit HIV/AIDS Masih Menjadi Momok Bagi Masyarakat Ngawi

By Published April 07, 2017

Ngawi - Penyakit satu ini masih menjadi momok menakutkan bagi warga Ngawi, bagaimana tidak selama kurun waktu  selama setahun terakhir ini jumlah penderitanya mengalami peningkatan yang cukup sigfikan. penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) maupun Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di wilayah Ngawi, menjadi perhatian semua pihak tidak terkecuali dinas terkait dalam hal ini dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi.

Dari data yang berhasil kami dapat,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi, jumlah penderita HI/AIDS totalnya mencapai 383 penderita terdiri 198 pria dan sisanya 187 perempuan. Hingga kini yang masih dinyatakan hidup sebanyak 235 penderita sedangkan 148 penderita tidak mampu bertahan ganasnya penyakit HIV/AIDS tersebut atau sudah meninggal.

“Meningkatnya angka penderita HIV/AIDS ini karena secara umum masyarakat sadar akan kesehatanya. Mereka sekarang ini secara sadar mendatangi tempat tes VCT (Voluntary Counselling and Testing-red) yang tersedia dibeberapa eplayan kesehatan di Ngawi mulai dari puskesmas,” terang Jaswadi Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Ngawi.

Jelasnya, sampai jelang akhir tahun 2016 kemarin jumlahnya memang sangat memprihatinkan. Sesuai datanya tidak kurang 358 orang pengindap tetapi mayoritasnya masih tergolong HIV belum sampai pada level AIDS. Dan mayoritas penderita atau 90 persen diantaranya sudah berkeluarga namun angkanya mengalami kecenderungan naik.

Untuk mencegah sekaligus mendeteksi dini tertularnya HIV/AIDS melalui Dinkes Kabupaten Ngawi sampai tahun akhir tahun 2016 lalu sudah mendirikan tiga lokasi klinik VCT. Tiga klinik yang dimaksudkan tersebut berada di RSUD dr Soeroto Ngawi, Puskesmas Ngawi Kota dan terakhir baru diresmikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono berada di Puskesmas Jogorogo.

“Adanya VCT itu ternyata banyak sekali ditemukan para penderita HIV artinya belum sampai ke tingkat AIDS dan itu sebenarnya yang diharapkan. Karena jika ditemukan sejak dini maka penyakit itu tidak sampai ke AIDS dan itu masih bisa diberikan pengobatan rutin,” terang Jaswadi.

Untuk lokasi yang kerap menjadi titik penularan HIV/AIDS, Jaswadi mengingatkan rentan terjadi dilokasi warung remang-remang atau lokasi sex. Dan keberadaa lokasi sex tersebar di tiga wilayah kecamatan antara lain di Karangjati, Mantingan dan Jogorogo. 

 

Pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat Ngawi untuk mewaspadai penyebaran penyakit ini, pasalnya hingga kini penyakit tersebut belum ada obat yang menyembuhkan dan hingga kini pihak petugas kesehatan masih mencari obatnya. ARD

Read 28263 times