Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Penyanyi Cilik Nasifa Diasyarafana Rilis Lagu Terinspirasi Perjuangan Orangtua

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Penyanyi cilik asal Ngawi  diusianya yang masih kecil berhasil rilis 3 lagunya Penyanyi cilik asal Ngawi diusianya yang masih kecil berhasil rilis 3 lagunya

Penyanyi Cilik Nasifa Diasyarafana Rilis Lagu Terinspirasi Perjuangan Orangtua

By Published February 24, 2021

BAHANA,NGAWI – Dampak pandemi Corona Covid-19, masyarakat Indonesia diminta untuk tetap #dirumahaja selama berbulan-bulan untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 yang sedang menyerang seluruh dunia. Namun di tengah keadaan masa yang sulit ini, muncul banyak sekali karya-karya baru yang terinspirasi dari keadaan tersebut. Kecil – kecil cabe rawit mungkin peribahasa yang pantas di miliki oleh Nasifa Diasyarafana yang mempunyai nama beken Nasifa Nadhira. Salah satu penyanyi cilik asal Ngawi memanfaatkan situasi pandemi covid 19, yang mewajibkan belajar dirumah untuk mengembangkan bakat olah vokalnya. Salah satunya lagu berjudul “Pangupo Jiwo” ciptaan Kuncung Majasem yang dibawakannya, mengamparkan susahnya menjadi orangtua bekerja untuk menghidupi keluarganya.
“ Lagu ini single yang ketiga, sebelumnya NKRI harga mati dan Romo Ibu,” Ungkap penyanyi cilik yang mempunyai nama tenar Nasifa Nadhira. Selasa (23/02/2021)
Penyanyi cilik yang masih duduk dikelas 2 Sekolah Dasar (SD)Ngawi, mulai melatih olah vokalnya pada usia 3 tahun semenjak ia duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Anak pasangan Koko Supriono dan Ani Purwati ini mendukung bakat putri sulungnya ini dengan melatih olah vokal serta menanyakan apa yang menjadi keinginan atas lagu yang dinyanyikan. Dengan besutan Kuncung Majasem, Nada demikian panggilan akrab putrinya selalu minta lagu yang tidak jauh dari peran orang tua dan perjuangan Indonesia.
“ Acapkali meminta lagu yang berhubungan dengan orang tua dan lagu perjuangan, karena sudah menjadi keinginannya. Kami sebagai orangtua mengaimini,” Jelas Koko Supriono orangtua Nada.
Dengan alasan melihat potensi sang anak yang masih berusia 8 tahun, yang sangat tertarik dengan dunia hiburan sehingga ia ingin mendukung potensi sang anak tapi tidak melupakan belajar.
“ Kami orang tua, juga tegas dengan perkembangan studi belajarnya. Kalau pagi mengerjakan tugas sekolah baru melatih vokalnya setelah tugas yang di berikan guru selesai,” Tambah Koko.
Ditengah keadaan pandemi, pencipta lagu terpikir untuk menyampaikan kenyataan dilapangan mengenai dampaknya melalui lagu tersebut dengan susah mencari rejeki. Saat sekarang banyak orang yang berhasil mengubah keadaan sulit ini menjadi sebuah karya. Pihaknya berharap menghadirkan sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang, mengingat keinginannya untuk bisa masuk ke dalam industri hiburan sangatlah kuat tegas Koko.
“ Semoga karya Nada bisa diterima oleh warga Ngawi khususnya, dan dunia hiburan pada umumnya,” Tegas Koko. (ARD)

Read 104 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries