Now playing

Rate this item
(0 votes)

Penyebab Longsor di Ponorogo Hasil Penelitian Tim UGM

By Published April 05, 2017

Ponorogo - Tim kaji cepat Univesitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melakukan penelitian langsung di Ponorogo untuk mengetahui penyebab bencana tanah longsor yang terjadi 1 April lalu.
"Dari hasil kajian yang kami lakukan bersama, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, secara kondisi alam memang sudah menunjukkan risiko tinggi tanah longsor," kata salah satu tim ahli UGM, Bagus Bestari Kamarullah, Senin (3/4/2017).
Menurutnya penyebab longsor besar di Dusun Tangkil, Desa Banaran tersebut cukup komplek, diantaranya adalah tingkat kemiringan tebing cukup curam, selain itu struktur batuannya berupa lapukan dari gunung berapi.
"Jenis batuan itu memiliki sifat lepas-lepas, sehingga sangat rawan sekali terjadi longsor," ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Bagus menambahkan, dari pengamatan yang ia lakukan bersama tim ahli lain, pihaknya juga menemukan adanya zona lemah sepanjang 1,5 kilometer dari titik nol longsor hingga ke sisi selatan.
Sementara itu, kondisi tata guna lahan yang ada di lereng perbukitan juga cukup memprihatinkan, karena banyak dijumpai tanaman lain yang dinilai tidak layak berada di kawasan lereng.
"Salah satunya adalah tanaman jahe yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, kemudian ada juga bambu, tanaman bambu itu tidak cocok di tebing, tapi cocoknya di bawah tebing," imbuhnya.
Lebin lanjut Bagus menjelaskan, untuk pemicu terjadinya tanah longsor besar tersebut adalah tingginya curah hujan yang ada di sekitar lokasi bencana. Bahkan selama tiga hari sebelum kejadian terus menerus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Sehari sebelumn kejadian itu hujan terjadi mulai dari sore hingga tengah malah, kondisi tersebut memicu terjadinya serapan air dalam tanah cukup tinggi, sehingga tanah itu dalam kondisi jenuh air," imbuhnya.

Dalam penelitian lapangan tersebut pihaknya juga melakukan kajian terhadap potensi longsor susulan dari tebing yang ada di kanan dan kiri lokasi bencana saat ini. 

Sebelumnya, terjadi tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, akibatnya puluhan rumah dan 28 warga dinyatakan hilang. (sumber: detikcom)

Read 89246 times Last modified on Wednesday, 05 April 2017 03:56