Now playing

Rate this item
(0 votes)

Penyekap Gadis dan Penggelapan Mobil Jutaan Rupiah Ditangkap Petugas Ngawi

By Published September 02, 2019

NGAWI – Siang ini mapolres Ngawi menggelar 2 kasus selama sepekan terakhir ,kasus tindak asusila dan penggelapan puluhan juta rupiah. Setelah menjalani pemeriksaan selama 4 hari petugas pada akhirnya menjatuhkan pidana penjara kepada SA 26th yang nekat membawa kabur gadis di bawah umur. Tidak hanya membawa kabur dalam penyekapan tersebut korban melakukan hubungan layaknya suami istri. Pelaku yang masih tercatat warga asal Desa Babadan, Kecamatan Paron Ngawi hendak dimassa warga saat memulangkan korban Melati 17th (bukan nama sebenarnya) di Kecamatan Kedunggalar.
“ Sebelum melakukan tindakannya tersangka merayu korban dengan akan menikahi “ Jelas Kapolres AKBP MB. Pranatal Hutajulu.Senin (02/09/2019)
Dalam penyekapan yang dilakukan oleh pelaku mulai tanggal 25 – 27 Agustus 2019, korban sudah melayani nafsu bejat pelaku sebanyak 3 kali. “ Kamu cantik, saya sayang kamu saya akan menikahi kamu nanti kalau terjadi apa-apa “ demikian pernyataan pelaku kepada korban hingga korban luluh kepada pelaku. Atas tindakannya, pelaku di ganjar pelanggaran pasal 81 ayat 2 atau pasal 82 ayat 1 UURI nomer 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Guna penguatan di meja hijau petugas menyerahkan barang bukti satu stel pakaian dan celana yang dikenakan korban saat kejadian.
“ Pidana penjara selama –lamanya 15 tahun atau denda 5 Milyar “ tegas Kapolres Ngawi.
Kasus kedua yakni penggelepan dengan nominal jutaan rupiah dialami oleh Andi Frantika warga asal jalan Trunojoyo, Kelurahan Karangtengah Ngawi kota.
Kasus ini terungkap setelah pemburuan petugas kepada pelaku dengan identitas Johana 42 th warga asal Kyai Mojo Ketanggi Ngawi, pada akhirnya bertekuk lutut mengakui perbuatannya. Kepada petugas korban mengaku telah melakukan pembayaran sebanyak 2 kali dengan cara transfer guna pembelian mobil Honda brio senilai 140 juta. Uang yang di terima pelaku bukannya di ganti mobil yang telah di janjikan, melainkan di belikan mobil dengan tanggungan kredit. Tidak terima dengan apa yang dilakukan pelaku, korban melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
“ Setelah menyerahkan mobil kepada korban, pelaku menghilang, korban merasa tertipu karena mobil dalam tanggungan kredit yang seharusnya di beli secara tunai oleh korban” jelas Kapolres Ngawi.
Pelaku di tangkap di persembunyiannya di rumah salah satu saudaranya kemarin lusa 30 agusutus 2019, di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Kasus ini ditangani pihak petugas sejak bulan februari dan sejak itu melakukan pemburuan namun pelaku selalu berpindah-pindah. 1 unit mobil brio nopol D 1081 AFW, bukti transfer korban kepada pelaku tertanggal 28 februari 2018 senilai 68 juta dan 27 februari 30 juta.
“ Kepada pelaku, di ganjar pelanggaran pasal 378 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara selama 4 tahun “ tegas Kapolres Ngawi.
Guna penyidikan lebih lanjut, kepada kedua pelaku mendekam di hotel prodeo polres Ngawi. (ARD)

Read 79 times