Now playing

Rate this item
(0 votes)

Perempuan Ini Terkenal Nekat Saat Mengedarkan Sabu-sabu

By Published September 19, 2017

 Ngawi- Kembali Satnarkoba Polres Ngawi menorehkan keberhasilan dalam mengungkap sindikat peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Keberhasilan tersebut diungkapkan perwira  bersama sejumlah wartawan diketahui bahwa SW seorang ibu muda beranak satu sebagai terduga penyalahgunaan narkoba mempunyai cara unik untuk menyimpan barang haram tersebut. Untuk mengelabui petugas ia menyimpan sabu-sabu seberat 0,38 gram didalam pakaian dalam yang dipakai. Hal ini untuk mengelabui pemeriksaan petugas di saat pelaku berhadapan petugas lak—laki, namun hendak melepas pelaku petugas enggan hingga mendatangkan polwan untuk melakukan pemeriksaan.

“Penangkapan terhadap terduga pelaku ini mulanya atas kepemilikan ganja namun ketika diperiksa lagi oleh anggota kita dari personel Polwan ternyata ada sabu-sabu didalam pakaian dalam yang pelaku pakai  pakai,” terang Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Mukid, Senin (18/09).

Dia menjelaskan, SW yang tercatat sebagai warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Madiun berhasil disergap oleh petugas ketika hendak membeli peralatan hisap seperti pipet disalah satu minimarket di kawasan Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi sekitar pukul 21.15 WIB pada Selasa kemarin, (12/09). Dari keteranganya, peralatan yang akan dibeli tersebut sesuai rencana akan dipakai untuk pesta sabu bersama rekan-rekanya disalah satu penginapan.

Selain sabu-sabu sambung Mukid, dari tangan SW berhasil diamankan dua paket daun ganja masing-masing seberat 3,48 gram dan 0,72 gram yang ditaruh di saku jaket warna biru merk brother boss. Dan barang-barang narkoba ditangan SW baik ganja maupun sabu-sabu didapat dari seseorang yang berada di luar daerah.

“Dari pengakuan SW ini ganja maupun sabu ia dapatkan dari seseorang luar daerah. Dan ia mengaku baru terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sekitar tiga bulan lalu. Meski demikian yang bersangkutan ini tetap kami periksa secara intensif untuk mengungkap jaringan yang ada,” jelas AKP Mukid.

Untuk memberikan efek jera pungkasnya, SW dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 131 UURI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman penjara minimal 4 tahun.(ARD)

Read 62034 times