Now playing

Rate this item
(0 votes)
Syamsul Watoni Akademisi Ngawi Syamsul Watoni Akademisi Ngawi

Pilkada Ngawi Cenderung Pasangan Tunggal, KPU dan Calon Harus Lakukan Ini

By Published August 06, 2020


BAHANAFM,NGAWI – Pasangan Ony Anwar dan Dwi Riyanto Jatmiko, kendati saat sekarang baru memasuki tahapan pencocokan data pemilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi namun di gadang sebagai calon tunggal dalam pemilihan kepada daerah Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak hingga saat ini pasangan tersebut sudah mengantongi separuh lebih rekom partai pemenang pemilu 2019, dan di sebut jalan menuju kursi pendopo sangat terbuka memenangkan Pilkada Ngawi. Diungkapkan oleh Syamsul Wathoni selaku akademisi Ngawi dengan adanya potensi calon tunggal dalam pilkada lanjutan serentak 2020 mendatang, KPU harus bisa menarik perhatian warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan cara pemberian dorprize atau sembako.
“ Mendasar dari pemilihan 2015 lalu, antusiasme pemilih datang ke TPS cukup banyak dengan diberikan dorprise, “ Ungkap Syamsul Wathoni. Selasa (21/07/2020)
Toni demikian panggilan akrab akademisi yang juga mantan ketua KPU Ngawi 2 kali periode ini menambahkan pengalaman pilkada sebelumnya, dengan cara tersebut jumlah pemilih warga Ngawi dapat mengalami peningkatan capai 73 %. Saat sekarang warga yang dihadapkan dengan metode pemilihan baru, dengan tidak ada rival kuat kemungkinan warga akan enggan datang memberikan hak pilihnya.
“ Keadaan ini menjadi kerja keras dari KPU dan struktur di bawahnya untuk melakukan ajakan kepada pemilih agar datang ke TPS,” Tambah Toni
Sementara untuk calon sendiri, Toni berpesan agar terus gerak ke masyarakat mensosialisasikan agar tidak memilih pasangan yang tidak ada gambar atau istilah awamnya blumbung kosong. Hal ini akan berdampak pada sistim pemerintahan ke 5 tahun mendatang di Kabupaten Ngawi, dengan pimpinan di isi oleh pejabat penunjukan menteri dalam negeri setiap tahunnya.
“ Calon harus sering turun kebawah dengan mensosialisasikan diri calon yang mumpuni agar tidak salah pilih yang berdampak bahaya dalam pemerintahan mendatang,” Tegasnya. (ARD)

Read 38 times