Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
PKL Ngawi Boro Yang Menjadi Kontroversi Banyak Warga

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Penampakan Box PKL di Ngawiboro Penampakan Box PKL di Ngawiboro

PKL Ngawi Boro Yang Menjadi Kontroversi Banyak Warga

By Published April 12, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Pembangunan distrik wisata baru di wilayah Ngawi kota, di dengungkan sebagai copas dari jalur malioboro Yogyakarta hingga kini masih saja menjadi perbincangan kontroversi banyak warga. Bagaimana tidak menjadi perbincangan, jalur lambat yang dihilangkan fungsinya dirubah sebagai wahana wisata local agar kiranya warga Ngawi tidak harus pergi keluar kota cukup di Ngawi sudah mendapatkan rasa yang sama. Permasalahan yang di anggap hilang ini, kemudian muncul di eks area yang awalnya tidak diperbolehkan Pedagang Kaki Lima (PKL) beroperasi, malah pemerintah daerah menempatkan box dengan berbahan seng yang di peruntukkan PKL menjajakan dagangannya.
“ Box itu sudah ada sejak hari jumat, yang informasinya di pergunakan untuk PKL,” Ungkap Hardi warga Karangasri salah satu penikmat Ngawi boro.
Dalam pantuan kami box dengan ukuran 1,5 x 1 M berjumlah lebih dari 3 unit di bentuk sedemikian rupa untuk menjajakan para PKL dan di cat dengan warna mencolok di tempatkan sepanjang Ngawi Boro . Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi saat ditemui usai membuka giat musrembang di pendopo wedya graha pemkab Ngawi pihaknya membantah apabila hal itu menyalahi aturan, pasalnya dalam nomenklature pembangunan Ngawi boro adalah untuk PK5.
“ Awalnya memang bagus tidak ada PK5, namun setelah hasil kesepakatan bersama dengan stakeholder. Saya ingin menghadirkan PK5 di Ngawi boro namun dikemas tanpa harus menimbulkan limbah padat dan cair,” Jelas Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi Senin (22/03/2021)
Hasil modifikasi yang diinginkan Ony demikian panggilan akrab Bupati Ngawi, PK5 yang berada di Ngawi boro adalah para pedang yang tidak menimbulkan sampah harus menyediakan makanan siap saji. Tanpa harus melakukan proses pembuatan dan mengeluarkan limbah cair sehingga tidak menimbulkan bau atau sampah berlebih.
“ Sehingga PK5 yang di Ngawi boro tidak berupa tenda namun kotak-kotak dan hanya menjual makanan siap saji tanpa harus ada proses dilokasi,” Tegasnya. (*)

Read 24 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries