Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
PPKM Diperpanjang PKL dan Pelaku Seni Datangi Pemkab Ngawi

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pedagang kaki lima jalan serong tengah melakukan aksi Sambat ke pemkab Pedagang kaki lima jalan serong tengah melakukan aksi Sambat ke pemkab

PPKM Diperpanjang PKL dan Pelaku Seni Datangi Pemkab Ngawi

By Published August 05, 2021

PPKM Diperpanjang PKL dan Pelaku Seni Datangi Pemkab Ngawi

BAHANAFM,NGAWI – Usai kemarin pengusaha bawah terop membuka lapak, menjual peralatan elektronik mereka untuk membayar angsuran bank, menyusul Pedagang Kaki Lima (PKL) Ngawi datangi pemerintah Kabupaten Ngawi sebagai dampak PPKM yang diperpanjang. Pelaku usaha wilayah kecamatan Jogorogo dan Kendal, dengan menggelar dagangan mereka di bahu jalan. Sementera mereka yang mengatasnamakan komunitas pedangang jalan serong alun-alun Ngawi, datangi pemkab dengan membawa pamflet bertuliskan. Kami mau mengikuti peraturan tapi beri kami solusi karena kami juga butuh makan, Bakulanku tutup terus banku lanjut terus aku kudu piye, Kebijakanmu diskriminasiku solusimu harapanku. Massa berjumlah lebih dari puluhan ini bergabung pula dengan kumpulan pelaku seni yang sebelumnya melakukan teater menggambarkan situasi PPKM sekarang berimbas pada pelaku seni. 

“Dengan alasan kami tidak memiliki akses langsung kepada bapak Bupati, dengan cara ini semoga kesulitan kami bisa mendapatkan solusi,” ungkap Nanang wakil ketua paguyuban PKL jalan serong alun-alun Ngawi,Kamis (05/08/2021).

Dalam giat mengeluh kepada pemkab ini, peserta sempat diamankan oleh petugas karena terlalu arogan dalam menyuarakan aspirasi mereka. Hingga berita ini kami sampaikan peserta yang belum diketahui identitasnya masih dalam pemeriksaan petugas berwajib. Kami hanya ini didengarkan jeritan hati kami, karena tidak hanya memikirkan kebutuhan keluarga tapi juga pengembalian dana yang telah kami pinjam sebagai modal usaha di bank. 

“Kami masyarakat kecil mas, yang sangat terdampak kebijakan perpanjangan PPKM,” Tambah Nanang. 

Sementara Sutiani salah satu peserta mengaku karena tidak diperbolehkan berdagang, ia bersama suaminya bekerja serabutan karena tidak ada lapangan pekerjaan di desanya. 

“Kami butuh solusi, karena kami sudah tidak ada penghasilan sama sekali dan pekerjaan yang menjanjikan,”jelas Sutiani. 

Sementara wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko bersama jajaran forpimda yang menerima perwakilan peserta, akan mengupayakan bantuan dari dinas sosial dan dinas disparpora. Langkah awal yakni dengan mendata para PKL dan pelaku seni yang belum masuk data milik pemerintah daerah agar kiranya memberikan keringan dakam mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

“Kita akan melakukan pendataan yang nantinya pemkab membantu meringankan beban dengan pos-pos anggaran menyesuaikan profesi masing-masing,”tegas Wabub Ngawi. (ard)

Read 64 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries