Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
PPKM Mikro Darurat Pasar Hewan Ngawi Masih Ramai Sugeng : Lebih baik bertransaksi langsung daripada online

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pasar hewan Ngawi masih ramai dengan giat transaksi jelang Idul Adha di tengah PPKM Mikro Darurat Pasar hewan Ngawi masih ramai dengan giat transaksi jelang Idul Adha di tengah PPKM Mikro Darurat

PPKM Mikro Darurat Pasar Hewan Ngawi Masih Ramai Sugeng : Lebih baik bertransaksi langsung daripada online

By Published July 15, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Dengan alasan memperbaiki kesejahteraan warga Ngawi dan mendekati persiapan perayaan Hari Raya Idul Adha, pasar hewan yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi masih di buka kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat.
Diungkapkan oleh salah satu pedagang sapi asal Desa Glodok Magetan, Sugeng menjelaskan hari ini cukup ramai bila dibandingkan dengan pasaran pasar hewan sebelumnya. Banyak para pembeli dari luar Ngawi yang melakukan transaksi, menurutnya karena mendekati bulan besar umat islam sekaligus hanya pasar hewan ini yang buka sehingga banyak warga dan pembeli mencari kebutuhan hewan qurban.
“ Banyak pembeli yang berasal dari luar daerah, bahkan tadi pembeli asal Sragen membeli sampai 30 sapi dari pasar hewan Ngawi ini,”ungkap Sugeng. Rabu(14/07/2021)
Dari pantauan kami dilapangan pagi tadi, pasar hewan hanya di padati oleh mereka penjual sapi dan kambing hewan qur ban. Penjual lapak yang biasanya memadati eks pasar hewan Desa Kandangan, hingga tutup pasar aktifitas mereka tidak terlihat. Namun sayang, hanya sedikit para penjual dan pembeli melaksanakan protokol kesehatan kendati diberikan kelonggaran melakukan transaksi.
“ Walaupun sudah melakukan prokes, tapi banyak pula yang mengindahkan,” Tambahnya.
Sugeng menegaskan pihaknya menyanyangkan kepada pihak petugas, pasalnya hingga kini tidak melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang di jual di pasar ini. Sehingga para pembeli sendiri yang melakukan pemeriksaan, sebelum transaksi terjadi.
“Dari saya jualan dulu hingga sekarang belum pernah petugas memeriksa hewan yang dijual,” Tegasnya.
Pihaknya menyayangkan, kepada warga yang masih percaya dengan penjualan hewan qurban secara online. Dengan alasan tidak bisa mengetahui hewan secara langsung, terkadang penjual melakukan pembohongan dengan cara efek kamera.
“ Jangan percaya penjual online, karena seringkali pembeli kecewa karena barang tidak sesuai dengan foto,”tambahnya. (ard)

Read 32 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries