Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Produksi Padi masih Surplus Soekarwo Watimpres Membenarkan Tidak Melakukan Impor

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Watimpres Soekawo saat kunjungan ke Ngawi Watimpres Soekawo saat kunjungan ke Ngawi

Produksi Padi masih Surplus Soekarwo Watimpres Membenarkan Tidak Melakukan Impor

By Published April 12, 2021

BAHANAFM,NGAWI – Rencana pemerintah untuk melakukan impor 1 juta ton beras dari Thaliand, menimbulkan penolakan dimana-mana, terlebih lagi rencana tersebut dikeluarkan oleh pemerintah di saat musim panen, yang hal itu cukup disayangkan oleh berbagai pihak. Tidak terkecuali dukungan penolakan juga diungkapkan oleh mantan gubernur Jatim Soekarwo. Mantan orang nomer 1 di Jawa Timur pastilah mengetahui secara langsung, situasi di saat musim panen pasalnya kabupaten di Jawa Timur tercatat sebagai lumbung padi Nasional.
“ Kita secara nasional kelebihan produksi padi capai 5 juta ton hingga bulan mei,” Ungkap Soekarwo ditemui usai melakukan uji kajian literasi informasi untuk membangun kebudayaan di desa Dempel Kecematan Geneng Ngawi. Rabu (23/03/2021)
Menanggapi permasalahan impor tersebut, Watimpres yang akrab di sapa Pakde Karwo ini menilai apa yang dilakukan oleh pemerintah mendasar dari rumus supply end demand. Sekarang jumlah produksi melimpah dimana –mana yang hal itu mengakibatkan permintaan menurun. Dengan memanfaatkan trik psikologis pasar, dengan mengungkapkan kata impor hal itu membuat harga di pasaran jatuh sehingga pemerintah bisa membeli beras yang tanpa merugikan petani.
“ Rumus Supply tinggi dan Demand Terbatas, mengungkapkan kata impor hal itu dilakukan oleh pemimpin guna mengetahui psikologi pasar,” Tambahnya.
Karena psikologis pasar tersebut berdampak pada harga gabah turun. Solusi terbaik dalam mengatasi hal tersebut, pemerintah wajib membeli gabah dari petani baik kering panen atau kering giling sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
“ Saya pake fakta dan teori saja akibat harga jatuh, pemerintah wajib melakukan pembelian dengan HPP tertinggi. Untuk mengantisipasi laju perekonomian,” Tegas Soekarwo. (*)

Read 11 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries