Now playing

Rate this item
(0 votes)

Proyek Jalan Tol Ngawi Menyisakan Polemik di Masyarakat Ngawi

By Published August 09, 2017

Ngawi- Masih saja menjadi keluhan para warga khususnya Jawa Timur di wilayah dampak jalur tol Kertosono-Solo. Seperti di Kabupaten Ngawi puluhan warga Dusun Bogoharjo, Desa Watualang, Kecamatan/Kabupaten Ngawi melakukan aksi demo menolak proses eksekusi tanah yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi yang bakal dimanfaatkan sebagai lahan Tol.

Sempat terjadi adu otot antara petugas dan warga dengan melakukan perlawanan penolakan dilakukan eksekusi. Kendati para warga berusaha menghalang-halagi proses eksekusi terhadap lahan seluas 10.746 meter persegi tetap dilakukan menggunakan empat alat berat. Petugas melakukan esekusi ini sudah mengatongi surat penetapan eksekusi bernomor yang mempunyai dasar hokum kuat  oleh pihak peradilan dibacakan Djasmin Panitera PN Ngawi.

Usaha penolakan tersebut, dilakukan oleh pihak keluarga pemilik tanah atas nama Joko Wiyono warga asal Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Pihaknya menilai proses pembebasan tanah dengan menggunakan sertifikat hak milik (SHM) Nomor 354 milik Joko Wiyono yang dipergunakan dinilai masih cacat hukum.

Perwakilan keluarga Joko Wiyono mengharapkan proses esekusi di tunda terlebih dahulu, menunggu keputusan hukum tetap dari lembaga peradilan. Alat berat petugas esekusi nampaknya tidak mengindahkan aksi demo puluhan warga yang membawa pamlet sebagai wakil orasinya yang bertuliskan “Allahhuakbar eksekusi yang di paksakan salah lokasi, Belum incraht STOP eksekusi cacat hukum. Dokumen rekayasa menyimpang dari SP2LP dan ditandatangani Pejabat Palsu, Tunda eksekusi!  putusan pengadilan belum berkekuatan hukum tetap, Rabu (09/08).

Sesuai dengan keterangan petugas esekusi bahwa kedatangannya ke lokasi, tidak serta merta tanpa membawa surat berkekuatan hokum bahkan sudah membawa surat resmi penetapan PN Ngawi diterangkan sesuai Nomor 1/Pdt.P.P.Kons/2017/PN Ngw tertanggal 22 Desember 2016 dan validasi pemberian ganti  kerugian dalam bentuk uang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ngawi Nomor 114/35.21/PPT/XII/2016 tertanggal 23 Desember 2016.  Dalam amar keputusan surat tersebut kepada pihak pemilik tanah telah diberikan ganti rugi. 

“ Kami datang dengan membawa surat resmi dan penitipan ganti kerugian dalam bentuk uang kepada pihak Joko Wiyono dalam pengadaan tanah pembangunan tol Solo-Kertosono melalui PN Ngawi senilai Rp 1.497.457.132 atau Rp 1,4 miliar lebih tertanggal 23 Desember 2016 juga sudah diterima” jelas Djasman.

Hingga selesainya tim esekusi yang mendapatkan pengawalan ketat dari pihak petugas berwajib, warga hanya bisa diam dan menyaksikan tanah di berikan penanda oleh petugas.(ARD)

Read 32152 times