Now playing

Rate this item
(0 votes)

Puluhan Pemuda Pancasila Tabur Bunga di Monumen Suryo, Siras : Peringatan Ini Untuk Waspadai Komunis Gaya Baru

By Published October 01, 2019

NGAWI – Puluhan anggota Pemuda Pancasila (PP) melaksanakan upacara hingga tabur bunga di Monumen Suryo Desa Planglor, Kedunggalar Ngawi.(01/10/2019) kegiatan yang dilaksanakan secara khidmat ini secara antusias diikuti oleh pemuda pancasila seluruh kabupaten Ngawi dari berbagai ranting kecamatan dan desa.
Ketua Pemuda Pancaila Ngawi Siras Santoso mengatakan, peringatan ini setiap tahunnya kita laksanakan agar kita khususnya seluruh kader PP agar selalu waspada akan bangkitnya kembali PKI.
“Ini bahaya laten, kapan pun mereka akan muncul kembali. Makanya kita harus tetap waspada, terlebih lagi dengan komunis gaya baru” tegas Siras.
Siras demikian panggilan akrab Ketua PP mengingatkan untuk kepada seluruh kader PP agar tidak mudah terprovokasi dengan munculnya berita-berita bohong alias hoax. Karena dengan penyebaran isu-isu seperti ini yang dapat memecah persatuan kita yang telah kita pegang teguh selama ini.

“PP siap dengan segala situasi, pancasila abadi, NKRI harga mati,” tegas Siras.
Usai dengan kegiatan upacara bendera di monument Suryo, Pemuda Pancasila Ngawi napak tilas menuju lokasi terbunuhnya Gubernur Jawa Timur pertama Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo bersama 2 ajudannya di Desa Bago Kedunggalar Ngawi. Di lokasi terbunuhnya tersebut, PP Ngawi membersihkan lokasi monument sebagai penanda dan menaburkan bunga.
Ditempat terpisah, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, memaknai hari kesaktian pancasila yakni dengan menjunjung tinggi Pancasila sebagai pandangan hidup manusia Indonesia. Dengan Pancasila kita yang berbeda suku,bangsa dan agama tetap kita jaga kesaktian pancasila yang sudah berulang kali hendak di gulingkan, dikuburkan namun tetap berdiri tegak menaungi Indonesia. Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi menegaskan kepada warga Ngawi untuk mewaspadai rong-rongan PKI dengan cara baru dengan menggoyang persatuan Indonesia dengan pemberitaan bohong.
“Kita sebagai warga Indonesia yang percaya dengan pancasila, harus memegang teguh ideolgi pancasila agar tidak mudah percaya dengan berita bohong “ Tegas Kanang.(ard)

Read 177 times