Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Puluhan SD Negeri Ngawi Bakal Diregrouping

Now playing

Rate this item
(0 votes)
siswa dan wali murid menanyakan persyaratan pendaftaran sekolah siswa dan wali murid menanyakan persyaratan pendaftaran sekolah

Puluhan SD Negeri Ngawi Bakal Diregrouping

By Published June 14, 2021

Wabah Covid-19 masih menjadi ancaman di tengah kehidupan masyarkat. Angka penularan hingga hari ini masih terus bertambah. Hingga minggu 13 Juni 2021, ada 2516 kasus yang terkonfirmasi positif Corona di Ngawi, 2252 orang dinyatakan sembuh, dan ada 238  orang meninggal akibat Covid-19 ini .

Di tengah kondisi tersebut, jelas pencegahan penularan Covid-19 masih harus terus diupayakan. Salah satu bidang yang mesti diperhatikan terkait penyebaran Covid-19 adalah bidang pendidikan. Selain kebijakan belajar di rumah hingga peniadaan UN 2021, kini dunia pendidikan juga sedang menghadapi agenda penting lainnya yang mesti disesuaikan di tengah pandemi ini. Hal tersebut adalah terkait proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021. 

Kalender pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyebutkan Tahun Ajaran Baru tetap akan dimulai pada 13 Juli 2021 dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan pada bulan Juni 2021 ini. 

Berbagai cara lembaga pendidikan dalam menarik perhatian wali murid agar mendapatkan calon siswa dan siswinya. Namun tidak semua lembaga pendidikan di Ngawi, melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021/2022. Pasalnya ada 37 dari 495 SD negeri tidak dapat menyelenggarakan PPDB, dikarenakan jumlah peserta didik kelas I hingga VI di bawah 60.

Mendasar hal tersebut dinas pendidikan (dindik), bakal melebur puluhan lembaga pendidikan tersebut hingga menjadi 18 lembaga pendidikan.

‘’Tahun ini 19 SD akan dinonaktifkan. Siswa yang masih tersisa bergabung sekolah lain,’’ungkap Kepala Dindik Ngawi Muhammad Taufiq Agus Susanto.

Kadindik menerangkan, faktor regrouping bukan hanya minimnya siswa, melainkan juga efisiensi biaya operasional dan pembelajaran. Sebab, banyak bangunan SD negeri yang bakal digabung tersebut berada di satu kawasan.

‘’Karena tidak ada murid sekolah-sekolah akan digabungkan dalam satu kawasan’’tambahnya.

37 sekolah yang bakal regrouping tersebar di 12 kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Ngawi dengan 10 lembaga. Kemudian disusul, Kecamatan Widodaren dan Ngrambe dengan masing-masing empat lembaga.(ard)

Read 63 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries