Now playing

Rate this item
(0 votes)

PUNCAK ADAT DESA SRIGATI PENGUNJUNG CAPAI 15 RIBU

By Published September 30, 2018

Ngawi-Budaya Ganti Langse atau ganti selambu berupa mori putih yang difungsikan sebagai penutup Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi, lusa kembali digelar. Namun giat tersebut kendati mendatangkan anemo masyarakat yang tidak sedikit pasalnya puncak dari giat Desa Srigati ini terjadi di saat pergantian tahun baru islam yang jatuh pada 11 September 2018. Sementara diungkapkan oleh   Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi mengatakan, tradisi Ganti Langse juga menyuguhkan kirab gunungan disusul ruwatan massal berlanjut pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan diback up oleh pemkab ngawi. 

 

Semua  ini dilakukan untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi. Sementara , Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Kanang mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi tradisi budaya yang paten seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo.

 

Sementara Iswayudi selaku perangkat desa Babadan mengaku sejak pergantian tahun islam lusa jumlah pengunung capai 15 ribu lebih tidak hanya warga local ngawi saja yang datang di komplek srigati tapi juga dari luar daerah. (Ard)

Read 330 times