Now playing

Rate this item
(0 votes)
Bupati Ngawi Budi Sulistyono Tengah memeriksa kios sementara pedagang pasar besar Ngawi Bupati Ngawi Budi Sulistyono Tengah memeriksa kios sementara pedagang pasar besar Ngawi

Relokasi Kios Sementara Pasar Besar Ngawi Kurang, Pedagang Mengadu Bupati

By Published October 05, 2020

BAHANA,NGAWI- Protes pedagang Pasar Besar terhadap pemerintah kabupaten Ngawi dalam hal ini dinas perdagangan industri dan tenaga kerja, mereda setelah permasalahan mereka didengar oleh Budi Sulstyono. Puluhan eks pedagang protes, pasalnya para pedagang lama ini tidak mendapatkan kios sementara sebagaimana yang dijanjikan.

Bahkan puluhan eks pedagang relokasi ini berencana akan menuntut haknya apabila tidak dibangunkan relokasi sebelum akhir bulan harus dikosongkan. Kekawatiran para pedagang ini dikarenakan bulan oktober sudah mulai dengan pengerjaan pembangunan pasar besar Ngawi yang bertempat di jalan Sultan Agung.

" Jumlah pedagang di pasar besar capai 350 orang, tapi relokasi sementara hanya 200 kios,” Ungkap Winarni selaku ketua paguyuban pedagang pasar besar Ngawi.Senin (31/08/2020)

Relokasi sementara para pedagang ini dengan menggunakan baja ringan ditempatkan di ruas sisi jalan yakni di Jalan Sultan Agung, Jalan Mangkubumi dan Jalan Untung Suropati. Pembangunan kios sementara ini dengan lebar 2,5 M cukup memakan tempat, sehingga hanya menyediakan sekitar 200 kios yang terbangun. Namun masih ada 100 pedagang tidak mendapatkan jatah, merasa permasalahan tidak mendapatkan titik terang para pedagang menggelar aksi protes akan keadaan tersebut. Namun aksi belum sempat di gelar orang nomer satu di Kabupaten Ngawi sudah berada di tengah para pedagang.


“ Kita sudah mendengar keluhan para pedagang pasar besar Ngawi, dari 150 kios yang belum terbangun, 70 akan di segera terealisasi dengan memanfaatkan eks relokasi pasar jogorogo, sedangkan untuk 74 kios akan diusahakan baru,” Jelas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Kita berusaha mengakomodir permintaan para pedagang pasar, untuk memenuhi kios sementara tersebut. Diantaranya dari awal pembangunan dengan jarak kios dagang 2,5 M sekarang dipangkas menjadi 2 M saja. Pertengahan bulan september sudah selesai pengerjaan serta pindahan sehingga awal bulan oktober sudah pengerjaan pasar dengan biaya 102 M.

“ Semoga permasalahan ini segera selesai,sehingga pembangunan segera dilaksanakan.” Tegas Bupati Ngawi. (*)

Read 8 times