Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pemerintah daerah petugas dan pemilik obyek wisata duduk bersama rencana pembukaan obyek wisata di Ngawi Pemerintah daerah petugas dan pemilik obyek wisata duduk bersama rencana pembukaan obyek wisata di Ngawi

Rencana Pembukaan Obyek Wisata, Kabupaten Ngawi Minta Ada Prokes Ketat

By Published February 12, 2021

BAHANA,NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi, berencana akan membuka kembali tempat pariwisata yang terpaksa harus ditutup akibat dari pandemi covid-19. Rencana ini sebelumnya memang sudah disampaikan oleh bupati Ngawi, yakni Budi Sulistyono. Rencananya, mulai Februari ini, tempat-tempat wisata di Ngawi, secara bertahap akan dibuka kembali untuk umum. Tentunya, persyaratan yang harus dipenuhi dari pihak pengelola tidaklah mudah, karena keamanan dan protokol kesehatan untuk covid-19 akan lebih diperketat. Disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Kadisparyapura) Pemkab Ngawi, Kesiapan dari sarana prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM), adalah hal penting yang harus diperhatikan.
"Tentunya kami akan mempersiapkan dulu, untuk berbagai sarana prasana dan SDM. Setelah keduanya lengkap, kemudian nanti akan dilaporkan ke bupati, bahwa masyarakat pariwisata sudah siap. Dengan demikian bupati nanti akan segera membuka tempat pariwisata yang saat ini sedang ditutup." Ungkap Kadisparyapura, Raden Rudi Sulisdiana.

Kadisparyapura, Raden Rudi Sulisdiana juga menjelaskan, Selain SDM, dan prasarana seperti tempat cuci tangan, Hal penting yang akan mulai coba diterapkan, adalah pembelian tiket yang dilakukan secara online. Langkah tersebut dimaksudkan untuk membatasi kerumunan, dan pembatasan jumlah kunjungan, terkait dengan protokol kesehatan covid-19. Dengan langkah tersebut, jumlah pengunjung yang akan datang dan kapan waktunya, akan dapat terpantau lebih baik. Rencananya, pada akhir minggu ini yakni Senin, (8/02/2021), tempat wisata yang sudah memiliki kelengkapan persyaratan, sudah bisa dibuka. Pemerintah Kabupaten Ngawi juga menyampakan, langkah ini diharapkan akan dapat memulihkan perekonomian pariwisata di Kabupaten Ngawi.

"Kesiapan dari sumber daya manusianya, bagaimana pengelola dan karyawan itu bisa menjaga protokol kesehatan yang lebih ketat dari sebelumnya, lalu sarana prasana seperti tempat cuci tangan, pembatasan kerumunan, pembatasan jumlah kunjungan, kalau bisa semua pembelian tiketing dengan online. Karena dengan online itu kita akan tahu kapan pengunjung akan datang dan berapa jumlahnya mereka akan datang." Jelas Raden Rudi Sulisdiana.(ard)

Read 57 times