Now playing

Rate this item
(0 votes)

Residivis Kambuhan, Nekat Bunuh Janda Karena Ingin Motor Korban

By Published December 27, 2019

NGAWI – Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh M. Iqbal Maulana 20 th warga asal Dusun Balong, Desa Banjarbagi, Kecamatan Pitu ,Ngawi, atas motif ingin memiliki kendaraan korban Honda Beat nopol AE 3156 JD menghilangkan nyawa korban. Dari cacatan kepolisan resort Ngawi, bulan September 2016 pelaku terlibat curanmor di usia 16 tahun dengan hukuman diversi, Februari 2018 terlibat kasus curanmor dan penggelapan kendaraan sehingga pelaku menerima putusan pidana penjara 1 tahun 4 bulan di penjara. Ibarat sudah menjadi keahliannya, pelaku yang baru lulus mengeyam pendidikan di lapas Ngawi tertanggal 28 November 2019 kembali berulah. Karena ingin kendaraan korban, hingga membunuh janda anak satu, Bela Diar Ulul Azmi 24 th warga asal Dusun Kalang, Desa Kalang, Kecamatan Paron Ngawi.
“Pelaku ini residivis yang sudah 4 kali ini, dengan kasus berhubungan dengan kendaraan sejak umur 16 tahun “ Ungkap Kapolres Ngawi Dicky Ario Yustianto saat presrelease di mapolres Ngawi, Jumat (27/12/2019)
Dari penangkapan pelaku ini terungkap, bahwa kedekatan pelaku dengan korban berawal aplikasi Hello Yo yang terjadi pada bulan desember. Pada tanggal 22 Desember 2019 pelaku mengajak korban jalan-jalan di alun-alun Ngawi dengan bertemu di pertigaan Desa Banjarejo, Kedunggalar Ngawi. Kemudian di tengah perjalanan pelaku cekcok, karena pelaku ingin meminjam kendaraan korban yang tidak di perbolehkan. Pelaku menghentikan kendaraan di kebun jagung lokasi penemuan korban, yakni di petak 51 RPH Sidowayah, BKPH Kendunggalar masuk Desa    Banjarbagi, Kecamatan Pitu Ngawi.
“ Perkenalan dengan korban dari aplikasi Hello YO yang sering berhubungan sejak sebulan sebelum kejadian, “ Tambah Kapolres Ngawi.
Korban adalah mantan guru TK di Jakarta ini, begitu turun dari kendaraan langsung di puku lsebanyak 3 kali dengan tangan kosong pada bagian muka. Korban sempat lari kemudian di dorong oleh pelaku hingga terjatuh, kemudian di pukul kembali oleh pelaku pada bagian pelipis dan kepala bagian belakang dengan ujung kunci kontak kendaran. Setelah memastikan korban meninggal, dengan cara di cekik, pelaku melucuti pakaian korban dan membawa harta benda HP serta kendaraan.
“ Tidak ada {hasil visum) korban di perkosa, hanya luka bekas pukulan benda tumpul dan luka sayat di belakang kepala,” Jelasnya.
Murni pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh pelaku ditangkap petugas di Sidoarjo hasil kerja bareng POLDA Jatim dan Polrestabes Surabaya, selain pelaku petugas juga mengamankan MK warga asal Katerungan Krian Sidoarjo penadah kendaraan korban yang dijua lpelaku.
“ Hasil penjualan kendaraan senilai 4,600.000 saya pergunakan untuk membeli HP baru dan sisanya untuk makan, “ Ungkap pelaku.
Di tanya soal mengapa pakaian korban di lucuti ?
“ Setelah saya lucuti baju korban saya buang di bengawan solo, ini saya lakukan hanya untuk mengelabui petugas;” Tambahnya.
Sementara Aini Sulistyrini , sodara korban sekaligus pemilik kendaraan yang dibawa pelaku, langsung histeris setelah melihat pelaku dan meminta kepada petugas menghukum seadil-adilnya hingga seumu rhidup.
“ Sadis apa yang dilakukan pelaku kepada keponakannya, saya minta keadilan untuk Bella hukum mati untuk pelaku,” Harap saudara korban Aini.
Kepada pelaku dikenakan pasal 365 dan 338 KUHP pencurian dengan kekerasan hingga mengakibatkan korban meninggal dengan ancaman pidana lebih dari 15 tahun sementara MK di kenakan pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana selama 5 tahun sebagai penadah barang hasil pencurian. (Ard)

Read 309 times