Now playing

Rate this item
(0 votes)

Sadar E-KTP, Antrian Pemohon Dipendukcapil Membludak

By Published February 07, 2020

NGAWI – Sepekan terakhir ini, salah satu kantor rekam identitas di pemerintah Kabupaten Ngawi di Di DipendukDinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ngawi, diserbu ratusan pemohon yang antri melakukan foto KTP elektronik bahkan mereka rela berangkat pagi hanya untuk mendapatkan nomer awal, Rabu (05/02/2020).
Para pengantri yang datang tidak hanya dari kecamatan Ngawi kota saja, seperti Widodaren, Mantingan dan Bringin dengan jarak tempuh lebih dari 10 km. Mereka sudah mengantri sejak pagi, lebih dari 3 jam menunggu giliran nomer mereka di panggil untuk mendapatkan E-KTP. Akibatnya selain membuat penuh sesak kantor Dispendukcapil, pemohon yang kelelahan menunggu nekat tidur beralaskan lantai.
“Rela menunggu di ruangan daripada nanti dipanggil oleh petugas tidak mendengar dan antrian menjadi terlewat,” Ungkap Lasno salah satu pemohon dari Walikukan.
Saat ditanyakan kepada kepala Dispendukcapil Sugeng menjelaskan antrian ini dengan jumlah lebih dari 200 – 300 orang perhari sudah terjadi sejak awal bulan februari. Bahkan ruangan yang terbagi lantai 1 untuk pendataan dan rekam, sedangkan lantai 2 untuk pengambilan E-KTP, tidak muat apabila mereka mememuhi ruangan.
“ Saat sekarang masyarakat sudah sadar dengan pentingnya E-KTP, sehingga menjadi kebutuhan yang harus di penuhi sehingga warga berusaha untuk mendapatkannya,” Jelas Sugeng.
Diakuinya materi untuk E-KTP Ngawi masih mengalami kekurangan pasalnya pemohon yang berjumlah lebih dari puluhan ribu jiwa hanya bermodal Surat Keterangan (Suket). Sementara dari pihak pusat hanya memberikan 12 ribu materi E-KTP untuk bisa mengakomodir jumlah pemohon yang mencapai puluhan ribu jiwa. Mendasar hal itu kami melayani bagi mereka yang sudah mengantri terlebih dahulu. Tidak hanya itu saja guna mensiasati pelayanan rekam E-KTP atau pengambilan kartu pemohon sebelumnya konfirmasi terlebih dahulu ke kantor apakah sudah masuk dalam daftar pengambilan apabila belum mereka wajib menunggu giliran.
“ Sebenarnya proses pelayanan hanya 5 menit tidak lebih dari itu, namun dikarenakan mereka bertempat tinggal jauh sehingga lebih memilih menunggu di rauangan daripada diluar,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi membludaknya para pemohon, dispendukcapil memberlakukan 2 shift yakni nomer antrian 1-100 dilayani pada pagi sedangkan nomer 101-200 akan dilayani siang. Selain keterbatasan ruang tunggu, alat untuk melakukan foto dan tenaga pengoperasian di|maksimalkan.
“ system shift ini diharapkan bisa mengurai antrian yang membludak diruangan tunggu, serta memberikan kenyaman bagi pemohon,” Tegasnya.
Pihaknya mengaku sudah mengajukan perombakan kantor dispendukcapil serta peningkatan grade unit eletronik rekam KTP kepada pihak pemkab Ngawi, namun belum mendapatkan persetujuan.(Ard )

Read 10 times