Now playing

Rate this item
(0 votes)

Santri Wajib Menjadi Individu yang Berjiwa Nasionalisme

By Published October 24, 2017

Ngawi-Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang dipusatkan di alun-alun memang spetakuler bukan isapan jempol belaka. Bukti kongkrit tidak lain adalah jumlah santri yang menghadiri puncak agenda nasional yang ketiga kalinya tersebut. Tercatat ada 50 ribu lebih santri dari 128 kontingen yang tercatat di buku agenda panitia kegiatan HSN Di Ngawi.

“Luar biasanya puncak HSN di Ngawi ini tidak lepas dari peran ulama dan kyai. Mereka bersatu dan terbukti mampu menjadi sumber inspirasi bagi santrinya maka kedepan dikemas lebih meriah lagi dari sekarang ini,” ujar Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Minggu (22/10).

Dia sependapat dengan konsep yang dibawa para ulama dan kyai dalam mendidik santrinya dilingkup ponpes. Tidak sekedar ilmu agama dalam memperkuat spiritualnya melainkan intelektual menjadi pendorong membangun suatu peradaban dalam mengisi kemerdekaan dewasa ini.

“Intinya begini mereka sekarang ini di ponpes telah menerapkan sistim pendidikan modern (khalaf-red) tidak hanya sebatas sebagai ponpes yang mengajarkan sistim pendidikan salaf. Tentu sangat di apresiasi, sentuhan antara perpaduan khalaf dan salaf inilah menjadi santri yang menjadi ukuran terhadap pembangunan nasional,” ujar Ony Anwar.

Ulasnya, Islam akan mudah dipahami dan diaktualkan adalah Islam yang inklusif, ramah, tidak kaku, moderat, yakni Islam yang bernuansa perbedaan dan sarat dengan nilai-nilai multikultural dan sangat cocok dengan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Muaranya akan menjadi santri yang toleran satu bentuk keteladanan kehidupan bernegara. 

“pihaknya berharap para santri ini bisa menjadi individu yang berguna bagi Nusa dan Bangsa terlebih lagi memberikan sumbangsihnya bagi Kabupaten Ngawi” tegas Mas Ony.(ARD)

Read 92162 times