Now playing

Rate this item
(0 votes)

Sehari 2 Kebakaran Dialami 2 Warga Ngawi

By Published October 26, 2019

NGAWI – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Ngawi. Bahkan pada hari Jumat ini (25/10/2019) terjadi dua peristiwa kebakaran yakni di Kecamatan Gerih, dan Kecamatan Kedunggalar.
Kebakaran di Kecamatan Geneng dialami oleh Sobiran 55 th warga Dusun Jubleg, Desa/Kecamatan Gerih, Ngawi rumah berbahan kayu jati ludes rata dengan tanah. Meski kebakaran terjadi di lahan kosong, sempat membuat panik warga sekitar. Karena lokasi kebakaran berada di dekat permukiman warga.
Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dengan menggunakan alat seadanya, dan kedatangan PMK tepat waktu guna menggulangi merambat ke rumah warga.
“ Untung saja warga dan petugas sigap dalam memadamkan api, kendati diarea lahan kosong namun sisa terbakar dapat mengakibatkan kerawanan menjadi titik api “ Tegas Kapolsek Geneng AKP Dhanang Prasmoko.
Pihak kepolisian menduga asal api dari teko plastik yang terbakar karena di tinggal pemiliknya saat memasak air, kepada petugas korban mengaku mengalami kerugian mencapai 30 juta dari kayu jati yang terbakar dan alat sibel.

Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Kedunggalar terjadi di Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik milik Rahmad Mulyono 61th warga Desa beran Kecamatan Ngawi. Kebakaran di kecamatan ini melanda bekas rumah makan mulya yang sudah lama di tinggal kosong oleh pemilknya.
Pemadaman kebakaran di gudang ini membutuhkan waktu sekita 1 jam, dan melibatkan 2 unit mobil pemadam kebakaran.
"Yang terbakar bekas rumah makan, memang tidak ada penjaga. Asap kebakaran tebal, karena yang terbakar adalah meja dan kursi kayu jati serta kerangka atap yang terbuat dari kayu," Jelas Kapolsek Kedunggalar Ngawi AKP Sukisman.
Hingga saat ini pihak kepolisian, belum mengetahui sebab kejadian kebakaran. Namun kuat dugaan bermula dari hubungan arus pendek dari lampu penerangan yang tidak pernah padam. Karena tidak ada yang mengetahui sehingga menjadi sumber api yang membakar barang-barang di dekatnya. Pihak warga kali pertama mengetahui api sudah besar dari dalam rumah, yang kemudian di paksa di buka untuk memadamkan api.
“ Warga berusaha memadamkan api namun karena terlalu besar,kwalahan dan menunggu pihak PMK “ tambah Kapolsek Kedunggalar Ngawi.
Namun api semakin membesar di bawah cuaca yang sedang terik. Karena api terus membesar, perangkat desa setempat menghubungi Unit Pemadam Kebakaran Ngawi, dan Polsek Kedunggalar.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material yang dialami korban cukup besar," Tegas Kapolsek Sukisman. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta.
Dua peristiwa kebakaran ini menambah sejumlah peristiwa kebakaran di Kabupaten Ngawi. Kebakaran di Ngawi selama musim kemarau ini melanda bangunan, lahan, dan hutan. (ard)

Read 128 times