Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Si Anak Petani Berhasil Menjadi Wakil Bupati Ngawi

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Antok di tengah keluarga yang selalu mendukung kariernya Antok di tengah keluarga yang selalu mendukung kariernya

Si Anak Petani Berhasil Menjadi Wakil Bupati Ngawi

By Published February 12, 2021

NGAWI - Menjelang perebutan kursi Bupati dan Wakil Bupati Ngawi melalui Pilkada 2020 di Kabupaten Ngawi cukup fenomenal. Bagaimana tidak calon tunggal versus kotak kosong menang telak dan para calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut yang masih muda. Sebelumnya Timesindonesia sudah mengupas tentang calon Bupati terpilih Ony Harsono, dengan segudang prestasi beralih kepada wakil Bupati terpilih Dwi Riyanto Jatmiko. Diusia masih muda berhasil menaklukkan banteng muda Ngawi untuk mendukungnya duduk di kursi legeslatif. Siapa Dwi Riyanto Jatmiko, dan bagaimana sosok anak petani asal Desa Semen, Kecamatan Paron bisa duduk di kursi panas AE 2.
Dwi Riyanto Jatmiko atau dikenal dengan nama Mas Antok sudah tidak asing lagi di indera dengar warga masyarakat Ngawi, hubungan sosial dan familiar tidak lepas dari bapak 3 anak ini.
Diusianya berkepala lima, sebagai putra kedua dari empat bersaudara pasangan Sumadi Cokro Soekarno-Sri Sukarmiati (alm) keberadaan Antok sangat dekat dengan kehidupan di desa. Antok kecil tidak jauh dari kehidupan mandiri dan didikan disiplin dari orang tuanya sudah melekat padanya, maklum saja orang tuanya mempunyai basic seorang pejuang.
Antok kecil lulus dari SDN Semen 1 Kecamatan Paron Ngawi di tahun 1984, kemudian dilanjutkan bersekolah di SMPN 2 Ngawi lulus di tahun 1987, masa-sama indah biru putih ia selesaikan di SMA KP Paron pada tahun 1990. Ada kenangan membekas di zaman itu, di kala ia meminta sepeda motor kepada orang tua agar bisa berangkat sekolah seperti rekan-rekannya. Mendapat jawaban mengejutkan sekaligus mendidik dari seorang kader kental PNI Marheinisme.
“ Kowe oleh numpak motor tapi sawah milik bapak kae kerjakan dan hasil e iso mbek nggo tuku motor dewe (Kamu boleh naik motor, tapi sawah bapak kamu rawat dan hasilnya bisa untuk beli motor dari hasil jerih payah kamu:red)” Ungkap Mas Antok sambil memperagakan Bapak saat mengucapkan hal itu kepadanya.
Kemandirian dan tanggung jawab sejak kecil sudah ditanamkan orang tuanya, bahkan setelah selesai mengenyam pendidikan SMA ia tidak lantas melanjutkan pendidikan tinggi melainkan bekerja untuk meringankan beban orang tua. Mengingat latar belakang keluarga petani serta adik – adiknya juga masih kecil dan membutuhkan lulus sekolah Antok muda memilih untuk bekerja.
“ Dulu itu tidak punya keinginan untuk sekolah sarjana, tapi mencari uang dan uang itu untuk membiayai sekolahnya sendiri serta meringankan beban orang tua,” Tambahnya.
Pada akhirnya setelah pernah bekerja dari Surabaya hingga Jakarta dilakoni oleh Antok muda, dari hasil mengumpulkan uang hingga pada akhirnya lulus mengenyam pendidikan kursus komputer sampai desain grafis. Di Yogyakarta Antok berhasil membuka percetakan dan memiliki 28 tenaga untuk meringankan beban usahanya, alih-alih tender dengan pemerintah dan pengusaha swasta menjadi keseharian dikala mudanya.
“ Saya dulu pernah menjadi kuli secara diam-diam tanpa diketahui keluarga, hingga basic kursus komputer mengantarkan kesuksesannya di yogyakarta,” Jelasnya.
Krisis moneter di tahun 1998 membuatnya pulang ke Ngawi, kedatangannya di tanah kelahiran tersebut ia langsung di serahi amanah sebagai ketua ranting PDI Perjuangan Desa Semen pada tahun 1998-2000. Karena dedikasinya cukup tinggi pada partai bersimbol banteng moncong putih, di tahun 2000 itu pula di pilih sebagai ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Paron. Kariernya di partai bukan kaleng-kalengan di tahun 2001 – 2005 menjabat sebagai wakil hingga sekretaris PDI Perjuangan Kabupaten. Tidak berhenti di situ saja, dikarier politik sejak tahun 2004 – sekarang sebelum mengundurkan diri untuk mencalonkan sebagai wakil bupati mendampingi Ony Anwar masih tercatat sebagai ketua DPRD Ngawi. Ketua Fraksi PDI- Perjuangan di DPRD Kabupaten Ngawi, periode 2004-2009. Ketua DPRD Kabupaten Ngawi Peride 2009-Sekarang.
“ Sebelum duduk dikursi legeslatif, perjuangan saya cukup lumayan panjang dan pengabdian kepada partai juga diawali dari nol,” Tambah Penasehat Persatuan sepak Bola Ngawi ( Persinga ) Periode 2013-Sekarang.
Dengan didampingi dan didukung Ineke Dwi Astuti serta ketiga buah hatinya Bernadita Adiyoga Pradana, Bernadio Aditya Prayoga, dan Bernadita Areta Pramesti setiap langkah kariernya bertambah cemerlang. Hanya saja terbesit dalam benaknya peran ibu Sri Sukarmiati (alm) terasa kurang, kepergian beliau cukup berarti acapkali mengawali kariernya.
“ Dahulu setiap mendapatkan amanah baru dalam berkarier, restu dari ibu dan wejangan selalu di dapatkan dengan di pegang pundak dan kepala rasanya tenang dan yakin. Namun sekarang hal itu tidak dirasakan,” Ungkapnya dengan terbata.
Akhir tahun 2020 nama Dwi Riyanto Jatmiko kembali bersinar, dengan mendampingi putra pertama Mantan bupati Harsono, yakni Ony Anwar Harsono maju dalam pemilihan calon bupati dan wakil bupati Ngawi. Pasangan Ony – Antok didukung Kesepuluh partai pengusung dan pendukung pasangan dengan jargon OK ini adalah PDIP, Golkar, PKB, Gerindra, PKS, PAN, NasDem, (Hanura), dan Partai Demokrat. Partai itu menguasai 45 atau keseluruhan kursi DPRD Ngawi berhasil membawa ke kursi panas AE 1 dan AE 2. Dengan penetapan KPU Ngawi tertanggal 23 Januari 2021 secara sah menang mutlak versus kotak kosong, Pasangan Ony Anwar Harsono , S.T., M.H. dan Dwi Rianto Jatmiko S.H., M.H. di tetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Ngawi terpilih, dengan jumlah perolehan suara 471.082 atau 94,42% dari total suara sah dalam Pilbup Ngawi 2020.
Antok punya angan-angan untuk mengentaskan pelajar Ngawi dari kemiskinan dan tidak bisa melanjutkan studi belajarnya, karena ia yang pernah merasakan susahnya mengemyam ilmu karena dari keluarga yang kurang. Progam pemerintah daerah bersinergis dengan misi visinya, akan menuntaskan kemiskinan yang berimbas pada peningkatan SDM. Progam beasiswa akan ditambah jumlah penerima dan kesenjangan sosial akan terus di tekan dalam rencana 100 hari kedepanya. Pendidikan sarjana yang tidak bisa ia tuntaskan saat mudanya, sekarang selesaikan hingga pasca sarjana dengan Pendidikan Terakhir Pasca Sarjana S-2 Fakultas Ekonomi UNS Surakarta Lulus 2012.

“ Saya akan berusaha dengan bagaimana caranya tidak ada pelajar Ngawi, yang tidak bisa melanjutkan belajarnya entah dari beasiswa atau progam dari pemerintah akan saya usahakan,” Tegas ketua Dewan Penyantun PSHT Cabang Ngawi.
Sementara untuk rencana pembangunan infrastruktur akan di konsenkan kearah pedesaan, pihaknya menginginkan 50 % anggaran bersumber pada APBD akan memperbaiki infrastruktur yang ada di desa.
“ Saya dari desa, dan besok anggaran pemerintah akan saya usahakan beralih ke desa guna peningkatan SDM maupun infrastruktur,” Tambah Antok yang pernah bercita-cita sebagai insinyur pertanian.
Menutup wawancara dengan wakil bupati terpilih Dwi Riyanto Jatmiko, pihaknya berpesan menjadi diri manusia itu harus Dugo-dugo di gowo, ati-ati ojo keri. Dijelaskannya bagaimana pembawaan diri kita harus bisa tahu membawa diri dimana tempatnya kita berada, waspada atau hati-hati dalam berprilaku baik dalam bekerja maupun berhubungan dengan orang lain.
“ Pesan ini selalu di sampaikan oleh bapak, acapkali saya pergi atau mendapat amanah,” Tegasnya. (ard)

Read 33 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries