Print this page
Rate this item
(0 votes)

Sidak Komisi IV DPRD Ngawi, Temukan Pengerjaan Yang Kurang Memuaskan

By Published November 13, 2019

NGAWI – Sidak komisi IV DPRD Ngawi ke beberapa titik pembangunan fisik, kembali menemukan pembangunan yang tidak professional dari para pelaksana. Diungkapkan oleh Sudirman anggota komisi IV DPRD Ngawi menjelaskan dari 3 lokasi kunjungan sidak hari ini diantaranya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Taman Candi Kalimati Desa Kartoharjo, dan Taman Dungus Desa Karangasri Kecamatan Ngawi. Para wakil rakyat DPRD Ngawi, tidak menemukan satu proyek yang menyenangkan atau pengerjaan yang baik tidak ada kesalahan. Senin (11/11/2019)
“ 3 lokasi proyek hari ini sungguh tidak ada yang bisa membuat saya senang, tidak hanya hari ini, kemarinpun juga sama “ Ungkap legislator dari bendera parpol pemenang pemilu 2019.
Dijelaskannya di TPA sampah Selopuro ditemukan timbangan sampah yang kurang baik dalam mutu dan kwalitas besinya, mengapa di kritik pihaknya menginginkan Ngawi kembali mendapatkan piagam adipura dari jumlah sampah yang di hasilkan setiap harinya. Di taman Candi anggota komisi IV menemukan beberapa pengerjaan nilai kecil yang hasilnya mengakibatkan lumayan besar. Namun di taman dungus kedatangan anggota dewan, cukup menyanyangkan pengerjaan yang dari pelaksana PT Dwi Laksana ditemukan pengerjaan yang tidak sesuai dengan gambar desain.
“ 3 lokasi yang hari ini pihaknya datangi, taman dungus yang paling parah selain tidak sesuai desain pengerjaan juga asal-asalan “ tambahnya.
Taman dungus dengan pengerjaan fisik mencapai 5,3 miliar ini dibawah leading sector dinas Lingkungan hidup (DLH) Ngawi. Dirman demikian panggilan akrab anggota komisi IV ini menegaskan pihaknya memberikan waktu sebelum penyerahan proyek, yakni bulan awal desember untuk benar-benar memperhatikan sesuai dari desain air mancur. Dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggelar hearing dengan dinas terkait, pelaksana proyek hingga pengawas.
“ Setelah ini kita akan menggelar hearing dengan formasi lengkap, sekaligus akan mempertanyakan fungsi pengawas proyek, mengapa terjadi proyek seperti ini terkesan tidak ada pengawasan “ tegasnya. (ard)

Read 102 times