Now playing

Rate this item
(0 votes)
Bupati Budi Sulistyono meresmikan aplikasi Simpel dan Kadindik M Taufiq Agus S Bupati Budi Sulistyono meresmikan aplikasi Simpel dan Kadindik M Taufiq Agus S

Simpel Sebagai Improvisasi Metode Pembelajaran Siswa di Tengah Pandemic

By Published August 07, 2020



BAHANAFM,NGAWI – Tidak ingin hanya berkutat dengan penugasan yang dilakukan guru ke anak didiknya dan laporan dari hasil tersebut, pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan membuat sistem pembelajaran memanfaatkan media sosial. Improvisasi ini sebagai bentuk metode pembelajaran baru yang dilakukukan di tengah pandemi covid-19 dengan progam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pembelajaran (SIMPEL) yang peluncurannya di saksikan bersama 20 ribu murid dari semua jenjang pendidikan di jenjang pendidikan SD,SMP dan SMK. Selasa (04/08/2020)
Diungkapkan oleh M. Taufiq Agus Susanto selaku kepala dinas Pendidikan Ngawi menjelaskan aplikasi SIMPEL sebagai bentuk matari pembelajaran kepada murid, sesuai kurikulum yang ada kepada anak didik di masa pandemic covid 19. Sehingga anak didik tidak tertinggal dengan pelajarannya, tidak hanya penugasan karena materi simpel ini berupa vidio, powerpoint dan pdf yang bisa diberikan kepada anak didik.
“ Dengan metode simpel anak didik akan menerima pembelajaran dalam bentuk vidio, powerpoint dan pdf. Sehingga tidak berkutat dengan penugasan saja,” Ungkap Kadindik M. Tuafiq Agus Susanto.
Saat ditanya perihal siswa yang ekonomi menengah kebawah yang merasa kesulitan dengan handphone (HP) serta paket data. Mantan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Keuangan pemkab Ngawi menjelaskan aplikasi ini bisa diunduh tidak perlu dengan HP dengan spek tinggi cukup android saja. Dengan metode flexibelity learning yakni penjadwalan waktu yang longgar sehingga anak didik bisa menyesuaikan HP milik orangtua apabila masih bekerja.
“ Dengan metode flexibelity learning anak tidak perlu memiliki hp sendiri, cukup menyesuaikan kelonggaran orangtua sehingga siswa sewaktu-waktu bisa mengakses,” Jelas Taufiq demikian panggilan akrabnya.
Sementara Bupati Ngawi Budi Sulistyono usai meresmikan aplikasi simpel ini mengharapkan bahwa progam ini bisa mengajak siswa dan guru dengan memiliki kualitas keilmuan belajar mengajar yang benar-benar baku. Pasalnya ditengah pandemic covid 19 kelulusan siswa sangat bervariatif dan bisa dikatakan jauh dari pemahaman materi pelajaran. Sehingga dengan aplikasi ini bisa mengurangi pemahaman sekaligus meningkatkan keilmuan pada pribadi anak.
“ karena pandemic ini kualitas kelulusan siswa menjadi tidak bisa terkontrol,” Ungkap Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi.
Setelah peresmian aplikasi ini pihaknya akan mengadakan lomba kepada pengajar siapa yang mengajar terbaik untuk SD, SMP dan SMA dengan mata ajar masing-masing, dari hasil tersebut guru yang terbaik akan menjadi pagu dan rujukan dalam memberikan pembelajaran kepada anak didik.
“ Saya akan mengadakan lomba kepada guru yang melakukan pembelajaran sehingga pemenang atau yang terbaik akan menjadi acuan dalam memandu setiap mata pelajaran,” Tegas Bupati Ngawi. (ARD)

Read 63 times