Now playing

Rate this item
(0 votes)

Surat Undangan digadaikan, Kantor Desa Gemarang Panas

By Published June 28, 2019

NGAWI-Ekshalasi suhu politik Pemilihankepala desa serentak yang diikuti 178 desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, kini mulai memanas. Terbukti hal ini terjadi di Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, kantor desa setempat di datangi puluhan warga untuk lakukan klasifikasi atas dugaan penggunaan surat undangan yang diperjualbelikan, Kamis, (27/06/2019).

Dari informasi yang kami himpun peristiwa yang berawal surat undangan pemilih milik salah satu warga Dusun Ngadirejo, Desa Gemarang, dipinjam Kusni yang tidak lain tetangganya.

 

Tidak ingin pelaksanaan pilkades didesanya terjadi kecurangan membuat Hadi Santoso calon kepala desa (incumbent). bersama pendukungnya mendatangi kantor desa untuk mengklarifikasi ke pihak panitia.

“ Tidak hanya mendengar, saya menduga ada permainan uang untuk membeli surat undangan pemilih,” jelas Hadi Santoso, Kamis, (27/06/2019).

Guna mengantisipasi kejadian yang sama panitia desa memanggil seluruh 5 calon kepala desa untuk diajak menentukan kesepakatan bersama.

Menurut Gimin Ketua Panitia Pilkades Gemarang Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 6.219, ada 2 poin kesepakatan yang dicapai dalam pelaksanaan pilkades yang digelar pada 29 Juni 2019 mendatang.

Pertama, tidak diperbolehkan meminjam dan menyimpan kartu undangan memilih milik orang lain. Kedua, tidak diperbolehkan melakukan money politik.

“Semua calon tadi telah bersepakat dan komitmen bersama. Ada dua poin yang mereka sepakati,” kata Gimin

Pasca kejadian tersebut, petugas polsek Kedunggalar di itensifkan guna mengantisipasi kerawan yang tidak diinginkan.









Read 105 times