Now playing

Rate this item
(0 votes)

Tari Kolosal Warnai Upacara Peringatan HUT RI

By Published August 18, 2017

Ngawi- Pelaksanaan peringatan  HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, berlangsung dengan khitmad dan mengagumkan. Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang biasa disapa Kanang bertindak selaku inspektur upacara di Alun-Alun Merdeka Ngawi, Kamis (17/08).

Usai upacara Bupati Ngawi memaknai kemerdekaan RI adalah luar biasa dimana kita sebagai generasi penerus wajib dengan mengisi dan melaksanakan pembagunan dalam segala aspek baik itu diri sendiri, pekerjaan, desa bahkan Negara.

“ Sebagai generasi penerus kita wajib memberikan sumbangsih pembangunan kepada diri sendiri dan negeri ini karena pembungunan ini belum selesai “ Ungkapnya, 

Perayaan HUT Kabupaten Ngawi ke-659 hingga HUT Kemerdekaan antusiasme warga masyarakat Ngawi rasa nasionalismenya terbangun luar biasa. Bahkan dalam penurunan sang saka merah putih pemkab Ngawi menyuguhkan tarian kolosal yang membuat kagum para undangan dan warga yang menjadi saksi. Tarian kolosal yang mengisahkan tentang pertempuran para pejuang melawan Belanda dirangkai apik melibatkan lebih dari 100 penari. 

Kemudian pada upacara puncak peringatan kemerdekaan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono serta para Veteran, Warakawuri,Wiradatama, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat.

Sementara itu Dwi Rianto Jamiko Ketua DPRD Ngawi membacakan naskah teks Proklamasi Kemerdekaan sekitar satu menit setelah pengibaran bendera merah putih yang diiringi dengan sirine. Namun sebelum upacara digelar Kanang selaku Bupati Ngawi memberikan remisi kepada para narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Ngawi. Tercatat ada 68 napi dan 2 diantaranya bebas langsung.

“Dengan remisi ini diharapkan bisa memberikan warna tentang kemerdekaan dan memberikan perubahan kepada  mereka yang pernah tersandung hokum” tegas Bupati dalam pidatonya(ARD)

Read 173457 times