Now playing

Rate this item
(0 votes)
Budi Sulistyono Bupati Ngawi Budi Sulistyono Bupati Ngawi

Tekad Kanang Di akhir Jabatannya Memajukan Sektor Pariwisata

By Published January 16, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Ir. H. Budi Sulistyono lahir di Ngawi, Jawa Timur, 18 Juli 1960. Pria yang akrab dipanggil Kanang itu memiliki pengalaman panjang di birokrasi pemerintahan Kabupaten Ngawi. Sebelum duduk sebagai Bupati, selama 10 tahun, Kanang yang mempurakan panggilan kecil Budi Sulistyono menjabat wakil bupati Ngawi, mendampingi Harsono.
“ Nama Kanang ini sebutan anak laki-laki di kelaurga besarnya, yang merupakan panggilan akrab ayahanda kepada saya,” Ungkap Budi Sulistyono.


Mbah Kung Mbangun Desa demikian zaman dulu dikenal dengan istilahnya motto atau sekarang istilah milinialnya tagline, dipergunakan Budi Sulistyono mempopulerkan namanya dikalangan masyarakat Ngawi. Nama Mbah Kung sudah tak asing di indra dengar masyarakat Ngawi terlebih lagi Budi Sulistyo adalah Wakil Bupati Ngawi pada dua periode yakni 1999-2004 dan 2005-2010. Kemudian pada periode 2010 hingga 2015 dan 2016 hingga 2021di percaya oleh warga masyarakat Ngawi menggantiakan posisi Harsono sebagai Bupati di damping oleh putra pertama Harsono, Ony Anwar Harsono.
“ Mbah Kung, dahulu nama ini mengorbitkan saya menjadi Bupati, dan sebagai salah satu nama yang merakyat saat saya turun di tengah masyrakat dengan memberikan progam peningkatan kesejahteraan dan memperhatikan masyrakat menengah ke bawah,” Tambahnya.
Dalam perlajanan kariernya Sri Eko Rustiyanti menemani dengan setia di kala yang suami miniti karier hingga dikaruniai anak bernama Vembyantika Listyan Pramesti. Kanang kecil menempuh pendidikan dasar (SD) di SD Negeri Margomulyo dan lulus pada 1972. Kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Ngawi (lulus 1975). Karena ingin pengalaman baru Kanang yang mulai beranjak dewasa
mengenyam pendidikan di SMA Negeri 5 Surabaya bersama saudaranya yang kemudian lulus 1978. Diusia remaja Kanang menjadi salah satu sosok yang ambisius untuk membahagiakan keluarga, dari Surabaya bertolak ke Yogyakarta belajar teknik di UGM Yogyakarta dengan kelulusan yang membanggakan pada tahun 1988. Prestasinya tidak berhenti begitu saja setelah menempuh studi dan magang bekerja Kanang di percaya sebagai kepala divisi Utilitas PT Samarinda Pratama Gemilang Enterprise tahun 1995. Memiliki kecerdasan diatas rata-rata Kanang dipercaya sebagai kepala bagian estimasi harga PT. Inka Madiun pada tahun 1995-2000 setelah pulang ke Jawa.

“ Orang tua saya adalah seorang guru yang mengajarkan tentang kedisiplinan dan totalitas etos kerja tinggi yang ditanamkan kepada putra-putranya,” Jelasnya.

Dalam Birokrasi Pemerintahan
Bersama pendampingnya, Ony Anwar Harsono, pasangan ini dinilai mampu memajukan dan menyejahterakan masyarakat Ngawi ke depannya. Mensinergikan antara esekutif, legeslatif dan kesolitan Partai Demokrasi Perjuangan yang memberangkatkan Kanang menjadi seorang Bupati dengan di dukung partai besar kala itu. Tak lupa meneruskan program-program pemerintah yang beberapa diantaranya masih butuh penanganan serius. Di kedua pundaknya, Kabupaten Ngawi diharapkan bisa semakin menggeliat, terutama di sektor pertanian, perekonomian , pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
“ Awalnya saya tidak dipercaya, tapi dengan ketekadtan dalam memajukan Ngawi dan mempunyai misi dan visi yang harus dituntaskan, pada akhirnya 3 pilar pemerintahan ini dapat maju bersama,” Jelasnya
Sektor pertanian masih menjadi fokus utama lima tahun mendatang,didasari fakta bahwa kawasan Ngawi 75 persen merupakan areal pertanian. Begitu pula masyarakat yang berkecimpung di dalamnya, mencapai 63 persen lebih. Dalam mengambil kebijakan pemanfaatan APBD Ngawi, Kanang mengalokasikan anggaran untuk peningkatan swasembada pangan di Kabupaten Ngawi. Hingga dalam pemerintahan di bawah kepimpinannya Ngawi menjadi lumbung padi ke 3 di Jawa Timur. Kanang juga menegaskan jangan pernah bermimpi menjadi CPNS atau PNS setelah lama menjadi tenaga honorer. Kebijakan ini diambil Kanang dikarenakan banyaknya tenaga non CPNS yang membludak di Kabupaten Ngawi.
“ Ngawi sebagian besar anggarannya yang tersedia dalam APBD tersedot untuk belanja pegawai terutama digunakan untuk membayar gaji CPNS dan PNS. Sehingga perlu adanya perombakan untuk di alokasikan ke progam pertanian,” Ungkapnya.
Bidang Pariwisata
Dengan motto Ngawi spetakuler, Ngawi mulai merambah dunia Pariwisata dengan memanfaatkan keindahan alam yang ada di Ngawi. Kanang mulai mengenalkan Ngawi dengan menggelar event Nasional untuk dapat di selenggarakan di bumi orek-orek ini. Dari perlombaan Tour de Indonesia lintas 2 pulau Ngawi menjadi Kabupaten transisi sebelum melanjutkan etape selanjutnya, perlombaan paralayang dengan menampilkan eksotik pemandangan alam dengan peserta dari Nasional hingga luar negeri.
Dengan kearifan lokal dan semboyan Ngawi ramah menjadikan sosoknya berhasil menghantarkan Pariwisata yang ada, Kabupaten Ngawi yang memiliki obyek wisata alam yang tidak kalah dengan wisata lain diluar Ngawi menjadi daya tarik tersendiri oleh pendatang.
Ide pariwisata alam tercetus saat ia mempelajari geografis Ngawi yang terdiri dari dataran tinggi dan rendah serta peran investor local membantu wajah pariwisata alam di Ngawi. Di contohkannya Srambang Park, Seloondo hingga project tahun depan Agro Techo Park yang didalamnya terdapat planetarium imbas peran serta Budi Sulistyono.
“ Planetarium di kawasan Agro Techno Park, saat ini sudah dalam pembahasan Bapenas green screen sudah ditawarkan kepada pihak investor untuk dapat segera di selesaikan,” Jelas Kanang.
Dedikasi Kanang juga berhasil mengalih fungsikan benteng pendem Van De Bosch dari prasarana tertutup milik TNI AD, menjadi terbuka sebagai salah satu wisata unggulan peninggalan sejarah Belanda. Melalui PPK PSPO dan PBL Balai Prasarana Pemukiman Jawa Timur awal tahun 2021 ini mulai dengan pengerjaan rehabilitasi bangunan sejarah menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo saat berkunjung di Ngawi dua tahun lalu.
“ PT Nindya Karya selaku rekanan pengerjaan proyek pembangunan dengan memfokuskan 13 bangunan baru di eks area Benteng Pendem Van Den Bosch,” Tegas Kanang yang juga menjabat wakil ketua II DPW PDI P Jawa Timur.
Perekonomian UMKM
Gerakan peningkatan kesejahteran itu tidak berhenti sampai di pariwisata saja. Ia memperluas jangkauan dengan menyasar UMKM yang ada di Kabupaten Ngawi. UMKM dibina sedemikian rupa agar memiliki daya jual hingga ekspor, Kabupaten Ngawi yang kaya akan pohon Jati mengandalkan seni pahat dan ukir kayu hingga dilirik pembeli dari luar negeri.
“ Hingga saat ini, pengusaha ukir kayu Jati di Kecamatan Kedunggalar setiap bulannya melakukan penjualan ke luar negeri,” Tambahnya.
Sementara untuk mengembangkan UMKM lokal, Bupati dengan kebijakannya membuat bank UMKM dengan pinjaman yang sangat ringan sehingga dapat menjadi modal para pengusaha muda dalam mengembangkan produksi hingga pemasarannya.
“ Kreatifitas dan pemasaran kemajuan suatu pengusaha di awali pemberian modal dengan bank UMKM ini bisa membantu peningkatan secara tidak langsung,” Jelasnya.
Ditengah masa pandemic saat sekarang, melalui dinas koperasi dan dinas social lebih dari 1000 pelaku UMKM di Ngawi mendapat suntikan dana bantuan dari pemerintah sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada pengusaha Ngawi menghadapi masa pandemic saat sekarang. (ARD)

Read 17 times