Now playing

Rate this item
(0 votes)

Terkait Pilkada, Mantan Ketua DPC PDI P Masih Enggan Bicara

By Published July 27, 2019

NGAWI – Merebak isu pecahnya kongsi Ony-Antok, dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) 2020 semakin santer saja di tingkat bawah masyarakat Ngawi. Pasangan yang di elu-elukan mewarisi tahta yang saat ini masih di pimpin oleh Budi Sulistyono hingga kini belum menunjukkan pembicaraan untuk duet. Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang juga mantan ketua DPC PDI Perjuangan, belum menanggapi respon positif duetnya Ony – Antok dakam pilkada 2020. Kanang demikian panggilan akrab bupati Ngawi, terkesan memberikan jawaban mengambang isu pecahnya Ony - Antok bisa iya atau bisa tidak. Senin (22/7/2019)
“ Bagaimana ya,…..bergabungnya keduanya bisa iya atau tidak ya,…“ Ungkap Budi Sulityono.
Dari beberapa kacamata politik dan masyarakat Ngawi, berkeinginan keduanya bisa selaras serta memimpin Ngawi. Namun dilihat dari latar belakang keduanya (Ony – Antok ) sama –sama kuat apabila menjadi pemimpin Ngawi. Ony sudah 10 tahun ini menjadi Wakil Bupati mendampingi Budi Sulityono dan teruji dalam birokrasi esekutif sementara Antok selain 10 tahun bergelut di dunia legeslatif, juga pemilik suara pemilih terbanyak di 2 periode. Membawa Antok menjadi ketua DPRD dan di percaya sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi menggantikan Budi Sulistyono.
Sementara Dwi Riyanto Jatmiko saat dikonfirmasi secara terpisah di tanya perihal rekomendasi dari DPP Perjuangan guna pembahasan pilkada Ngawi, Antok juga belum bisa memberikan jawaban.
“Opsi gandeng dan tidak itu kita serahkan di tahapan internal yang hingga saat ini fokus dengan konfercab,” jelas Antok, Senin, (22/07/2019). (ard)

Read 80 times