Now playing

Rate this item
(0 votes)

Terlilit Hutang Karyawan SPBU Nekat Bawa Kabur Uang Setoran

By Published August 07, 2017

Ngawi.-Nekat memang dalam benak pelaku yang satu ini, karena terlilit hutang capai puluhan juta rupiah bawa kabur uang setoran. Kejadian yang terjadi sudah 2 bulan lalu ini berawal dari korban pemilik SPBU tepatnya 5 juni 2017, melaporkan bahwa uang dalam loker kantor SPBU  5463212 masuk Dusun Wates, Desa Dawu Kec. Kedunggalar Ngawi raib pada tempatnya. Bagus 41th warga asal Tanjungrejo Kec/Kab Madiun ini melaporkan kepada petugas merasa kehilangan uang tunai sejumlah Rp 89.000.000. Setelah hasil penyidikan dan pengusutan pihak petugas dari keterangan para saksi kejadian, mengarah pada salah satu karyawan dengan inisial HM 37 th warga asal Dsn/Ds Bacem Kec. Kebonsari Madiun. Dari interograsi petugas, pelaku  mengakui tindakannya uang sudah hampir habis untuk membayar hutang. Seperti diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP  Andy Purnomo pengungkapan kasus ini berkat keberhasilan koordinasi petugas dengan korban sehingga berhasil menangkap pelaku.  

“ Selama penyidikan pelaku masih bekerja di SPBU dimana kejadian pencurian terjadi, dengan modus terkesan panik saat kejadian berlangsung namun dari hasil reka ulang dan saksi kejadian tidak membuatnya berkutik dihadapan petugas” tegas perwira tinggi polres Ngawi. 

Kepada petugas, pelaku mengaku berhasil membawa kabur uang setoran SPBU karena mengetahui kelonggaran pergantian shift petugas jaga. Dimana selama ini pelaku mengamati di saat bekerja di SPBU milik korban. Setelah di rasa aman pelaku menyelinap ke kantor dan mengambil uang yang tidak dikunci tanpa menggunakan alat. 2 amplop uang hasil penjualan BBM sejumlah 89 juta, ia masukkan kedalam jaket kulit dan kabur.

“ Setelah berhasil bawa kabur uang langsung saya di pergunakan untuk membayar hutang” jelas pelaku. 

Dengan barang bukti berupa 2 amlop dan jaket kulit, Kasat reskrim menegaskan kepada pelaku diancam pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara selama 5 tahun. (ARD)

Read 44797 times