Now playing

Rate this item
(0 votes)

Tidak Ada Musuh, Sedikitnya 55 Pasutri Nyalon Pilkades Ngawi

By Published June 29, 2019

NGAWI-Sebanyak 55 pasangan suami istri di Ngawi Jawa Timur, bertarung di Pilkades serentak. Mereka terpaksa berebut kursi kepala desa yang digelar serentak hari ini karena tidak ada calon lain yang mendaftar.

Pilkades serentak Kabupaten Ngawi digelar di 178 desa di 14 kecamatan, Sabtu (29/6/2019) hari ini. Sedikitnya 457 calon kades akan memperebutkan kursi kepala desa. Dari ratusan lebih calon kades tersebut, terdapat 55 pasangan suami istri yang juga ikut dalam kontestasi.

 

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno diakuinya ada pasutri yang ikut dalam pilkades serentak Ngawi, namun untuk jumlahnya pihaknya belum mengetahui secara pasti. "Dalam Pilkades Ngawi kali ini diramaikan oleh 457 calon kades, namun saya belum mendata dan menghitung jumlah pasutri yang ikut. Saya hanya mengetahui jumlahnya puluhan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi, Sabtu (29/6/2019).

Menilik dari peraturan, Pilkades memang tidak diperbolehkan adanya calon tunggal. Guna tidak berbenturan dengan aturan tersebut, beberapa incumbent terpaksa menggandeng istrinya untuk mengisi kekosongan. "Untuk regulasi yang mengatur antara lain Perda No 10 Tahun 2016, Perbup No 22 Tahun 2017 dan Perbup No 31 Tahun 2017. Sesuai aturan tersebut tidak diperbolehkan ada calon tunggal atau musuh kotak kosong," Tambah Kabul.

Dalam rakor deklarasi damai yang pernah di selenggarakan oleh pihak petugas, regulasi sudah kami ingatkan kepada panitia dan calon kepala desa agar menaati peraturan yang ada agar kiranya pilkades Ngawi berjalan dengan aman dan lancar.

Sementara itu, Supriyono salah satu cakades petahana mengaku mengajukan sang istri, Istri sebagai lawan tunggal lantaran kekosongan peserta di desanya.

Padahal sebelumnya sosialisasi telah dilakukan dan ia telah membuka diri bagi siapapun untuk bertarung melawan dirinya menjadi calon kades Teguhan,Kecamatan Paron,Ngawi. "Karena hingga ditutupnya pendaftaran tidak ada yang daftar, terpaksa istri yang maju, karena harus ada lawan," ucap Supriyono saat hendak coblosan, Sabtu (29/6/2019).(ard)

Read 87 times