Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pesan Whatsapp korban sebelum meninggal Pesan Whatsapp korban sebelum meninggal

Tidak Direstui Ortu, WIL Bunuh Diri di Rumah PIL

By Published October 19, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Beginilah cinta deritanya tiada akhir, pernyataan yang sering diungkapkan oleh Pat Kay di cerita biksu mencari kitab suci ke barat. Nampaknya cerita ini seperti apa yang dialami oleh Seorang perempuan ditemukan meninggal di rumah kekasih gelapnya di Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Besarnya cinta seseorang hingga mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Korban dengan identitas Rumiati (36), yang berstatus ibu rumah tangga (RT) itu tewas minum racun potas di rumahnya Sugeng Priyono, Sabtu (17/10) sekitar pukul 23.30 Wib. Kejadian yang begitu mengejutkan warga sekitar juga keluarga korban yang cukup di buat shock dengan apa yang dilakukannya.

Diungkapkan oleh Kapolsek Paron, Iptu Suyitno mengatakan korban merupakan perempuan bersuami dan menjalin cinta dengan Sugeng yang berstatus duda beranak satu. Di duga karena permasalahan asmara yang tidak mendapatkan restu,  menjadi pemicu korban ini menegak racun yang sudah di persiapkan korban.

Menurut keterangan saksi, hubungan itu telah berlangsung selama satu tahun. Korban dan Sugeng tinggal serumah di rumah orang tua laki-laki itu selama satu bulan. Namun hubungan mereka tidak direstui orangtua Sugeng karena korban masih memiliki suami.  Niat korban hendak minum racun ini sudah di ketahui rekannya yang enggan di sebutkan namanya bahwa orangtuanya tidak merestui mereka bersama.

" Korban sempat bercerita akan bunuh diri apabila tidak di restui, beberapa sebelum korban benar-benar menegaknya hingga  mengakhiri hidupnya," Ungkapnya kepada petugas, Senin (19/10/2020).

Diketahui korban minum racun saat Sugeng  tengah pergi, dan sekatu pulang pulang ke rumah dengan kondisi mabuk. Korban yang membuatkan mie, menuliskan pesan di secarik kertas yang berisi ini adalah mie yang terakhir aku buatkan untukmu.

"Tak lama, Sugeng mendengar jeritan korban. Didatangi Sugeng, korban telah mengeluarkan busa. Korban kemudian dibawa ke puskesmas. Tapi nyawanya tidak selamat," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak ada bekas luka atau tanda kekerasan dan penganiayaan.

"Pihak keluarga menerima bahwa meninggalnya korban merupakan suatu musibah dan membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi,"Jelas Kapolsek Paron Ngawi.

Sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat menuliskan pesan melalui jejaring Whatsapp kepada kekasihnya Berikut beberapa tulisan chat di whatsaap yang sempat beredar dikalangan kuli tinta yang dialamatkan kekasih gelapnya.

"aq nelongso pngen urip karo koe pingin ddi wng wdok apek ora kok dukung mlah aq kok tinggal, (Aku kecewa ingin hidup denganmu, ingin jadi perempuan yang baik malah tidak didukung dan aku ditinggal-red).  (ard)

Read 74 times