Now playing

Rate this item
(0 votes)

Tidak Pasang Sang Saka Minimarket di Tutup Warga

By Published August 16, 2017

Ngawi-Bulan agustus syarat dengan Perayaan HUT Kemerdekaan  RI di simbolkan dengan pemasangan bendera merah putih dan gemerlapnya lampu hias sebagai peringatannya. Namun apabila ada warga yang tidak melakukan pemasangan symbol Negara Indonesia ini, sebagai warga Negara yang baik pasti tidak terima. Seperti halnya terjadi di Desa Sambirobyong Geneng Ngawi, HUT RI  ke-72 dinodai oleh salah satu warganya.  Sejak anjuran pemasangan atribut Negara Indonesia di kumandangkan oleh perangkat desa, semua warga desa Sambiroyong berlomba-lomba memasang  bendera. Namun tidak bagi  pemilik minimarket di jalan Ngawi Maospati mengindahkan anjuran perangkat desa. Dengan dipimpin kepala desa setemppat puluhan warga menutup salah satu minimarket di jalan raya PG Soedono sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (15/08).

Menurut keterangan warga sendiri  menjelaskan, penutupan minimarket itu menyusul tidak ada satupun atribut bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan dilokasi waralaba ini. Padahal sebelumnya pihak minimarket sudah diperingatkan secara lisan untuk memasang bendera merah putih oleh perangkat desa setempat.

“Penutupan ini tidak serta merta dilakukan warga, sebelumnya sudah di berikan surat maupun lesan,” Suwardi salah satu warga Desa Geneng.

Tidak mengharapkan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan petugas dari polsek Geneng Ngawi langusng turun ke lapangan. Kapolsek Geneng AKP Widodo mengambil kebijakan dengan melakukan  mediasi antara pengelola minimarket dengan pihak desa. Bahkan perwakilan minimarket sendiri meminta maaf kepada warga Desa Geneng  atas kejadian tersebut dan berjanji secepatnya mengibarkan bendera sesuai peringatan warga desa.(ARD)

Read 50946 times