Now playing

Rate this item
(0 votes)

Tim Satgas Pusat Pangan ke Ngawi, Survey Beras Ngawi

By Published August 29, 2017

Ngawi-Musim kemarau yang cukup panjang saat sekarang, secara tidak langsung mempengaruhi iklim pertanian. Tidak sedikit para petani mengeluh akan kekurangan air sebagai salah satu media tanaman padi, akibatnya dampak terburuk  yang di rasakan petani adalah tingginya biaya produksi. Mendasar hal tersebut Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan pusat terdiri Aster Kasad Mayjen TNI Widakdo H.Sukoco dan Aslog Kapolri Irjen Pol Eko Hadi S. melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi gudang penggilingan beras di Jawa Timur. Sebagai salah satu daerah sampling di wilayah Ngawi, tim satgas menyasar di kabupaten orek-orek ini di bagian barat. 

Kegiatan sidak Tim Satgas Pusat ini di dampingi para  perwira diantaranya Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol M.Triyandono dan Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja langsung sasar ke UD.Brian Putra milik Yudianto di Dusun Durenan, Desa/Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (29/08). Dalam sidak tersebut selain melakukan pengecekan langsung ke lokasi juga sedikit mengecek kwalitas beras di kabupaten  Ngawi baik dari harga sampai kesulitan para petani. 

“Kedatangan kami ingin mengetahui secara langsung kondisi pertanian di Jawa Timur, seperti di ketahui Jawa merupakan lumbung padi nasional sehingga pihaknya mengecek kwalitas dan juga stabilitas harga,”   jelas Aster Kasad Mayjen TNI Widakdo H.Sukoco, Selasa (29/08).

Sebelum meninggalkan Kabupaten Ngawi, usai Satgas Pangan Pusat tidak  menemukan penyelewengan dan juga masalah yang dapat menghambat kegiatan ketahanan pangan yang ada di wilayah Ngawi khususnya dan umumnya Jatim. 

“ Kami ingin usai sidak ini tidak ada masalah yang berarti, pertanian dapat di tingkatkan berdasarkan mutu dan kwalitas padi dengan menjaga harga tanpa harus melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah.”  Tambahnya. 

Sementara secara terpisah pemilik UD.Brian Putra dimana yang menjadi sample sidak mengakui produksi beras yang belum di salurkan ke konsumen baru di tingkat agen maupun  pengecer. Gudang dengan kapasitas 32 ton di bandroll  untuk  harga beli gabah Rp 5.100/kilogram, selanjutnya usai menjadi beras setengah jadi di bandroll Rp 7.900/kilogram. 

Untuk sasaran pemasaran  di wilayah Jawa Timur Ngawi Magetan dan Karangayar , sementara untuk wilayah Jawa Tengah dari Sragen hingga perbatasan Solo. (ARD)

Read 71643 times